Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

16 Gerbong KRL Asal Jepang Siap Beroperasi
Rabu, 20 Oktober 2004 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 16 unit gerbong KRL AC bekas yang dibeli PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi I (Daop I) Jabotabek dari Jepang siap beroperasi. Rencananya, ke-16 gerbong tipe Japan Railway itu akan diuji cobakan pada 1 November nanti.

"Rencananya akan dijadikan dua rangkaian," kata Kepala Humas Daop I Akhmad Sujadi di Jakarta, Rabu (20/10). Ke-16 gerbong yang dibeli seharga Rp 10,2 miliar tersebut, saat ini sudah berada di Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurutnya, pembelian KRL bekas ini, bertujuan untuk menambah jumlah armada KRL dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan alat transportasi ini yang semakin meningkat. "Jadi bukan dalam rangka antisipasi arus mudik lebaran," ujar Akhmad.

Diakui Akhmad, ke-16 gerbong ini, nantinya akan lebih diprioritaskan untuk menambah jumlah keberangkatan pada jalur Jakarta-Serpong. "Selama ini, KRL yang beroperasi pada jalur Jakarta-Serpong hanya kelas Bisnis, belum ada AC," katanya.

Sebelum beroperasi, KRL ini akan masuk ke bengkel (overhaul) terlebih dahulu untuk diuji kelaikannya. "Setelah itu, baru diuji coba," tambah Akhmad.

Menurut Akhmad, pembelian ke-16 gerbong ini telah direncanakan sejak tahun lalu. PT KAI sendiri, telah mengirim tim teknis dari daop I ke Jepang untuk memilih gerbong yang akan dibeli. Tim teknis yang terdiri dari empat orang tersebut telah dua kali datang ke Jepang.

Pembelian KRL ini menambah panjang daftar KRL bekas asal Jepang yang beroperasi di Indonesia. Terakhir kali, pemerintah Jepang menghibahkan 72 unit gerbong KRL AC ke Indonesia pada April 2000 lalu.

Ke 72 unit gerbong ini dibagi kedalam 10 rangkaian yang telah beroperasi didelapan jalur keberangkatan di Jabotabek. Kedelapan jalur tersebut adalah Jakarta-Bogor, Jakarta-Bojong Gede, Jakarta-Depok, Tanah Abang-Bekasi, Jakarta-Bekasi, Sudirman-Bekasi, Sudirman-Serpong dan Sudirman-Tangerang.

Akhmad juga menjelaskan, PT KAI membeli KRL dari pemerintah Jepang karena Jepang akan mengganti keseluruhan sistem KRL lama dengan sistem komputerisasi menyeluruh. Selain itu juga, karena tipe rel KRL di Jepang persis di Indonesia, yaitu jarak antara rel kanan dan kiri 1067 milimeter. "Ada 3.000 unit gerbong di Jepang yang tidak akan beroperasi lagi," kata Akhmad.

Ami Afriatni - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Merpati tawarkan Harga Khusus Ramadhan
Jembatan Suramadu Tunggu Pemerintahan Baru
Bank BNI Kucurkan Kredit ke PT PAL Indonesia
Ruas Tol Veteran-Ulujami Mulai Beroperasi
Menkimpraswil: Mudik Tahun Ini Lebih Nyaman
Pembangunan Jembatan Suramadu Dihentikan
Jelang Lebaran, PT KAI Siapkan 66 Jadwal Perjalanan
Tiket Kereta Api Angkutan Lebaran Masih Tersedia
Pantura Masih Berpotensi Jadi Titik Sumbat Arus Mudik
Lampung akan Buka Jalur Penyeberangan Alternatif Sumatera-Jawa
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data