Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Tokoh Pemuda Tewas Ditembak
Selasa, 12 Oktober 2004 | 19:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tokoh pemuda di Jakarta, Basri Sangaji, tewas dibunuh segerombolan orang tak dikenal. Basri ditembak dan dilukai dengan benda tajam di Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan, Selasa (12/10) pukul 03.00 WIB dini hari.

Basri langsung tewas setelah dua butir peluru kaliber 9 bersarang di dada kiri dan perut kanannya. Selain itu, kata polisi, pergelangan tangan kirinya juga putus oleh benda tajam.

Di kamar 301 itu polisi menemukan dua selongsong peluru dari pistol jenis FN. Satu peluru lagi juga ditemukan. Diduga peluru ini keluar karena senjata api itu macet. Selain selongsong peluru, polisi menemukan pistol FN kaliber 45 dengan magazinenya. Polisi menduga pistol itu adalah milik Basri yang tidak sempat digunakan.

Menurut sumber di kediaman Basri, saat itu istri dan anaknya juga ikut menginap di kamar tersebut. "Istri dan anaknya diamankan, sementara dia dan dua temannya dilukai," ujar sumber tersebut.

Saat ini dua temannya masih dirawat di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) setelah dioperasi oleh tim dokter tadi siang. Jenazah Basri sempat dibawa ke rumah sakit yang sama. Namun keluarga menolak bila jenazah Basri diotopsi.

Setelah melakukan pembunuhan, sedikitnya 15 orang yang dikenali saksi dari pihak satuan pengaman hotel, resepsionis, petugas kasir, serta dua orang teman Basri, langsung kabur menggunakan empat mobil yang sudah menunggu di luar hotel. Para pelaku, langsung menggerebek kamar yang dihuni Basri setelah mencongkel pintu kamarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tjiptono mengatakan polisi sudah memeriksa dua orang saksi, yaitu petugas kasir dan resepsionis. Namun, polisi belum mengetahui pelaku serta jenis mobil yang digunakan. Ia mengatakan tidak ingin berspekulasi mengenai pelaku pembunuhan ini. "Polisi masih menyidik, masih periksa saksi-saksi," ujarnya.

Mengenai kemungkinan adanya kejadian yang sama terhadap pelaku, Tjiptono mengatakan polisi sudah mengantisipasi hal tersebut. "Mereka akan berpikir lagi untuk itu," tambahnya.

Saudara sepupunya, Amin Sangaji, mengatakan Basri dan keluarganya menyewa tiga kamar hotel. Selain kamar 301 yang ditempatinya, masih ada kamar 311 dan 312 yang dihuni keluarga besar Sangaji.

Mereka, katanya, sedang merayakan keberhasilan seorang keluarganya, Hamzah Sangaji, yang menjadi anggota DPR periode 2004-2009. "Dia baru semalam ada di kamar tersebut," kata Amin. Rencananya, seluruh keluarga akan pulang kembali ke Maluku Selasa ini.

Sementara itu menurut polisi, Basri sudah sejak tanggal 2 Oktober menyewa kamar-kamar tersebut. Namun polisi tidak mengetahui apa yang dilakukan keluarga tersebut di sana.

Sekitar pukul 14.15 tadi siang, Basri diantar oleh seluruh kerabatnya, termasuk kedua orang tuanya yang menangisinya sepanjang persemayaman jenazah di rumah duka, Perumahan Vila Alfa Mas Pulo Mas, Jakarta Timur.

Dengan menggunakan mobil jenazah Yayasan Bukit Harapan, jenazah yang dibalut kain kafan itu diantar puluhan mobil ke Bandara Soekarno-Hatta. Di sana pesawat carteran dari Pelita Air sudah menunggu membawa jenazah dan kerabatnya ke Desa Rohomoni, Kabupaten Maluku Tengah di Pulau Haruku, setengah hingga satu jam menggunakan feri dari pulau Maluku.

Di antara para tamu yang melayat, hadir beberapa tokoh seperti politisi Partai Persatuan Pembangunan Eggi Sudjana, dan anggota tim sukes calon presiden Wiranto, Suaedi Marasabessy.

Yophiandi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jenasah Warga Jerman Telah Diambil dari RSCM
Seorang Guru Terancam Hukuman Seumur Hidup
Raja Denpasar Dihukum Satu Tahun Penjara
Pengakuan Para Tersangka Mutilasi Mencla Mencle
Ronald Tidak Dijerat Dengan Pasal Pembunuhan Berencana
Seluruh Pelaku Mutilasi Dinyatakan Sehat Mental
Rekonstruksi Pembunuhan Amanda Devina, Rabu
Serbuan Berdarah Akhiri Drama di Beslan
Giliran Agen Bus Sinar Jaya Banjarnegara Dimintai Keterangan
Truk Pengangkut Produk Nestle Dirampok
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data