Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Kantor Kesehatan Pelabuhan Tingkatkan Pengawasan Kesehatan di Bandara
Kamis, 07 Oktober 2004 | 12:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kantor Kesehatan Pelabuhan meningkatkan pengawasan kesehatan di bandara.

"Dalam rangka mencermati penyakit yang muncul akhir-akhir ini terutama penyakit baru menular, kami mengajak peran masyarakat untuk bersatu untuk mengantisipasi masuk dan keluarnya penyakit karantina dan penyakit menular lainnya yang berpotensi wabah, " Kata Rosdidi, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) disela-sela pertemuan lintas sektor sosialisasi program kerja KKP Jakarta, Kamis (7/10), di Terminal Haji Bandara Soekarno-Hatta.

Hal ini berdasarkan SK menteri kesehatan RI No. 265/2004 tentang meningkatkan pengawasan, mencegah dan menangkal berjangkitnya penyakit menular baik dari dalam maupun luar negeri terhadap lalu lintas pesawat, orang, dan barang. Pengawasan bisa disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat termasuk pemberian pelayanan kesehatan terhadap masyarakat bandara serta kru dan penumpang pesawat.

Diketahui, KKP merupakan salah satu dari 46 kantor kesehatan pelabuhan diseluruh Indonesia yang merupakan satu unit pelaksanaan teknis atau UPT dibawah Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular (PPM) dan Penyehatan Lingkungan (PL) Departemen kesehatan RI.

Rusdidi juga menjelaskan, pihaknya melakukan pengawasan selama 24 jam terutama pengawasan kedatangan pesawat dari luar negeri.

KKP telah memasang alat thermo scanner yang berfungsi untuk mengetahui demam tinggi atau panas tinggi. Thermo scanner yang dimiliki KKP dan ditempatkan di terminal dua berjumlah 10. Enam dari Amerika Serikat, tiga dari Singapura, dan satu dari Jepang.

Menurut Rosdidi, sampai saat ini tidak diketahui ada gejala panas dari para penumpang yang datang dari luar negeri, karena para penumpang biasanya sudah transit dan sudah dideteksi dari bandara sebelumnya, sehingga ketika tiba di Indonesia tidak diketahui.

Hal lain yang disampaikan Rosdidi adalah peningkatan pelayanan dan upaya pengawasan terhadap ekspor impor obat, makanan, kosmetika dan alat kesehatan (Omka). Rosdidi juga menambahkan pihaknya akan melakukan koordinasi setiap tiga bulan sekali dengan pihak terkait seperti Aero C Service, administrator bandara, dan juga lainnya yang termasuk karantina kesehatan.

Sementara itu, Direktur Jenderal PPM dan PL, Prof, Dr. Umar Fahmi Ahmadi menyatakan, agar program yang dilaksanakan oleh KKP bisa terlaksana, sehingga tercapai Bandara Soekarno-Hatta sehat 2010 sejalan dengan visi Indonesia sehat 2010.

Ayu Cipta - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Berkas Perkara Kasus Buyat Dilimpahkan ke Kejati Hari Ini
Sistem Bayar di Muka akan Minimalkan Biaya Pengobatan Rumah Sakit
RS Medistra Dilaporkan ke Polisi
Presdir Newmont Dikenakan Wajib Lapor
IDI: Tugas Dokter Selalu Beresiko
Kasus Buyat Diserahkan ke Mabes Polri
Desentralisasi, Langkah Kongkret Pembangunan Kesehatan
Polda Belum Terima Hasil Labkrim Kasus Buyat
Tiga Rumah Sakit Dilaporkan Ke Departemen Kesehatan
Orang Tua Fellina Adukan RSCM ke Polda Metro Jaya
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Cakupan Pengobatan Massal
> selengkapnya...

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data