Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pemprov DKI: Antisipasi Banjir Berjalan Lancar
Selasa, 28 September 2004 | 17:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejauh ini, perkembangan antisipasi banjir untuk tahun ini berjalan dengan cukup lancar. "Apalagi dengan adanya Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PIPWSCC)," kata Kepala Suku Dinas PSDA dan Pantai Dinas Pekerjaan Umum DKI, I Gde Nyoman Soewandhi kepada Tempo di Jakarta, Selasa (29/9).

PIPWSCC ini mengerjakan proyek-proyek yang berhubungan dengan antisipasi banjir dengan melakukan pengerukan dan normalisasi beberapa sungai di DKI Jakarta. Sungai-sungai yang masuk dalam proyek ini adalah Kali Cengkareng Drain, Mookervart dan Banjir Kanal Barat. Anggaran PIPWSCC berasal dari Depkimpraswil.

"Sungai-sungai lainnya di DKI tetap menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum," kata Nyoman. Menurutnya, saat ini DPU sedang melakukan pengerukan dan normalisasi terhadap beberapa sungai di DKI.

Pengerukan sedang dilakukan terhadap Waduk Setiabudi, Kali Cipinang, Kali Lagoa Tirem, Situ Babakan, Situ Mangga Bolong dan Kali Grogol. Untuk normalisasi, baru dilakukan terhadap Kali Angke dan Kali Item. "DPU juga melakukan perbaikan turap terhadap Kali Ciliwung Kota dan pemasangan turap terhadap Kali Muara Karang," tandasnya.

Pengerukan juga dilakukan terhadap saluran-saluran mikro dan penghubung yang merupakan tugas Suku Dinas Tata Air. "Kami juga melakukan pengerukan dan pembangunan saluran mikro dan penghubung. Ada yang selesai dan sedang berjalan saat ini," ujar Kepala Suku Dinas Tata Air Kodya Jakarta Barat, Maman Darusman.

Selain pengerukan, untuk antisipasi juga dilakukan perbaikan, pembangunan dan pembelian pompa air baik oleh DPU maupun Sudin Tata Air. Menurut Maman, saat ini Sudin Tata Air Jakarta Barat, telah memiliki 7 pompa mobile yang siap untuk dioperasikan dalam keadaan darurat pada saat banjir nanti. Akan tetapi diakui Nyoman, banyak pompa milik DPU yang juga rusak.

Saat banjir datang nanti, menurut Nyoman, selain pompa mobile, pihak DPU juga telah menyiapkan karung-karung pasir dan perahu karet. "Untuk ini, kami bekerja sama dengan Dinas Kebakaran dan pihak wali kota," katanya.

"Kami juga melakukan early warning terhadap masyarakat melalui tail scale untuk mengetahui titik-titik ketinggian air," ujar Nyoman. Tujuannya ialah agar masyarakat bisa bersiap-siap dan mawas diri dalam mengantisipasi akibat banjir, khususnya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan genangan.

Menurut Nyoman, ada 78 kawasan genangan di DKI Jakarta, yang sebagian besar terletak di Jakarta Utara dan Barat. "Kami lebih memfokuskan ke kawasan genangan ini karena 40 persen DKI berada di Jakarta Utara dan Jakarta Barat," katanya.

Kawasan genangan di Jakarta Utara antara lain Pademangan, Warakas, Papanggu, Kapuk Muara dan Teluk Gong. Di Jakarta Barat terletak di Kapuk, Kamal, Cengkareng, Kalideres, Rawa Buaya, Semanan dan Meruya.

Sudin Tata Air Jakarta Barat juga melaksanakan piket banjir serta pemeliharaan dan pemantauan kondisi pintu air dan stasiun pompa yang menjadi kewenangan Sudin. "Piket banjir telah dilaksanakan sejak Januari lalu," kata Maman.

Kesehatan masyarakat juga menjadi fokus utama pemerintah. Suku Dinas Kesehatan Masyarakat mengaku sudah siap menghadapi banjir tahun ini. "Kami telah melakukan penyuluhan ke masyarakat di 8 Kecamatan di Jakarta Barat," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Kodya Jakarta Barat, Tini Suryanti. Dalam penyuluhan, masyarakat diajarkan bagaimana membersihkan lingkungan tempat tinggalnya pasca banjir.

Sudin Kesmas juga telah menyiapkan paket obat untuk 200 orang. Paket obat ini lebih ditujukan untuk warga yang tinggal di daerah rawan banjir seperti Kali Deres dan Cengkareng.

Tini mengimbau masyarakat agar mengantisipasi juga wabah penyakit yang umumnya timbul saat banjir, yaitu diare dan penyakit kulit.

Ami Afriatni - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

City Walk Sebagai Alternatif Penataan Kota Tua
664 Guru Bantu Disiapkan di Jakarta Barat
DKI Berlakukan Program Sekolah Gratis
PD Pasar Jaya Dimintai Biayai Tim Pembanding
Masyarakat Dihimbau Tidak menyedot Air PAM Dengan Alat Tambahan
UPC Kembali Desak Sutiyoso Mundur
Kampanye Hari Tanpa Kendaraan di Bundaran HI
Pelawak Parto Bisa Dikenakan UU Keadaan Darurat
Pembebasan Lahan Proyek BKT, Terhambat
GPI Tuntut Pembatalan Anggaran Biaya Tambahan
> selengkapnya...


Referensi

Angka Kriminalitas Jakarta 2002
Proyek Banjir Kanal Timur
Rencana Monorel Jakarta
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data