Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

BMG: Jakarta Memasuki Musim Hujan
Senin, 27 September 2004 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Gunawan Ibrahim mengatakan wilayah Indonesia secara umum dan Jakarta khususnya memasuki masa transisi ke musim hujan. "Ini ditandai dengan hujan lokal dan akan secara bertahap terjadi di seluruh tempat," ujarnya, Senin (27/9), di Jakarta.

Hujan lokal, menurut Gunawan, terjadi karena pada saat ini awan kumulus yang terbentuk masih cukup kecil dan belum bersatu dengan daerah lainnya.

Untuk Jakarta, hujan akan diawali di daerah selatan, seperti Kebayoran, Pondok Indah dan sebagainya. Ia memperkirakan musim hujan baru terjadi pada bulan Oktober hingga Maret tahun depan. "Puncak dari musim hujan ini diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember dan Januari," katanya.

Pada bulan-bulan tersebut, lanjutnya, hujan yang diakibatkan angin muson dari Asia menuju Australia itu bisa terjadi selama tiga sampai empat jam secara serentak di seluruh wilayah Jakarta. Mengenai curah hujan, BMG memperkirakan tingkatnya kurang lebih sama dengan dengan tahun sebelumnya.

Selain terjadinya hujan, BMG juga memperkirakan sangat mungkin terjadi angin kencang yang bisa merobohkan pohon-pohon dan menimbulkan ombak yang tinggi di perairan. Kecepatan angin yang bertiup itu diperkirakan 40 kilometer per jam sampai dengan 100 kilometer per jam. "Badai sangat mungkin terjadi," ujarnya.

Pada Februari lalu, Jakarta terutama di daerah selatan terhantam Badai Linda yang merobohkan pohon-pohon besar di pinggir jalan dan membuat beberapa rumah penduduk rusak dan jalanan macet. Badai tropis Linda yang sempat merepotkan warga Jakarta ini berasal dari lautan India sebelah Timur.

Oleh karena itu, Gunawan mengimbau agar masyarakat waspada terhadap banjir dan angin kencang tersebut. Hujan, menurutnya bisa saja membuat Jakarta terendam banjir karena daerah resapan yang semakin sempit. Ia juga meminta masyarakat agar memperbaiki saluran-saluran air.

Edy Can - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data