Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Komite Antikriminalisasi Pers Demo ke MA
Senin, 27 September 2004 | 12:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Komite Antikriminalisasi Pers melakukan unjuk rasa ke Mahkamah Agung (MA). Mereka menuntut MA sebagai institusi peradilan tertinggi di Indonesia untuk mencegah terjadinya kriminalisasi pers. Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif LBH Pers Misbahuddin Gaswa yang ikut dalam acara tersebut, Senin (27/9) di depan gedung Mahkamah Agung Jakarta.

Mereka menuntut agar MA mengeluarkan Perma (peraturan MA) atau Sema (surat edaran MA) kepada kalangan hakim di lingkungannya, agar memeriksa dan mengadili perkara pers dipengadilan masing-masing dengan menggunakan UU Pers, bukan dengan KUHP.

Dalam aksi tersebut, mereka membawa spanduk yang bertuliskan diantaranya, "Wartawan Dipenjara Mafia Tertawa", "Pemerintahan Mendatang Ditentukan Vonis Hakim Terhadap Pers". Para pengunjuk rasa juga menggunakan ikat kepala yang berwarna hitam yang bertuliskan Pers Bebas.

Setelah beberapa menit melakukan aksi, perwakilan dari mereka kemudian diterima oleh wakil ketua panitera MA yaitu Satri Rusyad. Ia sendiri mengatakan saat ini Ketua MA, Bagir Manan sedang tidak ada di tempat. Bersama dengan personil MA yang lain, mereka sedang menghadiri rapat kerja nasional ketua pengadilan se-Indonesia di Semarang.

Oleh karena itu, ia menjanjikan akan membertahukan dan menyampaikan surat yang ia terima dari Komite Antrikriminalisasi Pers, Koalisi Anti Kekerasan Terhadap Pers dan Komite Pembela Kebebasan Pers kepada Bagir Manan. "Mungkin, tanggal 6 atau tanggal 7 Oktober saya menemui beliau. Bagaimana pendapat beliau," kata Satri kepada perwakilan aksi tersebut di ruang kerjanya. Perwakilan dari para pengunjuk tersebut antara lain, Azas Tigor Nainggolan, Tubagus Haryo, dan Misbahuddin Gaswa dari LBH Pers dan Ulin Ketua Alinsi Jurnalis Independen (AJI).

Mereka bisa mengkonfirmasi kembali apa yang disampaikannya ke MA, setelah Bagir Manan kembali ke Jakarta. Dalam kesempatan itu, Ulin juga menyampaikan saat ini kondisi pers sedang keadaan kritis. Dimana para wartawan, khususnya di daerah sangat ketakutan dengan adanya tuntutan hukum menggunakan KUHP terhadap karya mereka. "Terutama kasus-kasus korupsi yang ada di daerah," kata Ulin. Saat ini, para pengunjuk rasa telah membubarkan diri seteleh melakukan aksinya selama satu jam.

Maria Ulfah/Nirmala - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penganiayaan Wartawan TV 7 Mulai Disidangkan
PT Abdi Bangsa Terbitkan Saham Baru
Tempo Ajukan Banding
Wartawan Riau Kutuk Vonis Terhadap Bambang Harymurti
27 Pemimpin Redaksi Sesalkan Vonis Terhadap Wartawan Tempo
Penegak Hukum Dihadiahi Karangan Bunga
Jurnalis Surabaya Gelar Aksi Keprihatinan untuk Tempo
Tommy Winata Prihatin Dengan Vonis Pidana Pemred Tempo
Tak Puas, Jaksa Tempo Ajukan Banding dan Kasasi
Berbagai Kalangan Kecam Vonis Terhadap Bambang Harymurti
> selengkapnya...


Referensi

Soeharto vs TIME
Penyerangan Kantor MBM TEMPO
Hari-hari Menegangkan
Jawaban Ahmad Taufik Atas Replik Jaksa
Pledooi Penasehat Hukum Bambang Harymurti
Pledooi Pengacara Ahmad Taufik dan Iskandar Ali
PP RI No. 37 Tahun 2000 Tentang Pendirian Perusahaan Jawatan Radio RI
PP RI No. 36 Tahun 2000 Tentang Pendirian Perusahaan Jawatan Televisi RI
> selengkapnya...

Website

Dewan Pers
Situs Dewan Pers
Indonesia Media Law and Policy Centre


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data