Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Target Agar Pengendara Mobil Pindah Ke Busway Belum Tercapai
Selasa, 21 September 2004 | 11:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengoperasian busway yang berjalan hampir selama sembilan bulan di Jakarta ternyata belum mampu mendorong pengendara mobil berpindah ke busway. "Tujuan utama pembangunan busway belum berhasil, hanya ada sekitar 7,6 persen saja yang berpindah ke busway," kata Darmaningtyas, Direktur Eksekutif Institut Studi Transprtasi (Instran) saat dihubungi Tempo Selasa (21/9).

Menurut Tyas, --panggilan Darmaningtyas-- keengganan para pengendara mobil berpindah ke busway, dari hasil penelitian yang dilakukan Instran-Institute for Transport and Development Policy (ITDP) karena belum tersedianya angkutan pengumpan. Sangat sulit mengharapkan pengendara mobil berpindah ke busway jika tidak tersedia angkutan pengumpan yang aman, nyaman dan tepat waktu. "Setidaknya angkutan pengumpan harus sama fasilitasnya seperti busway," tambahnya.

Penelitian dilakukan pada minggu ke III-IV Juli, tepat saat bulan keenam pengoperasian busway dengan melibatkan 833 responden. Sebanyak 495 responden (59,4 persen) dan perempuan 338 responden (40,6 persen). Survai dilakukan secara random (acak) terhadap para penumpang yang turun dari halte busway. Beberapa halte yang diambil sampelnya adalah halte yang dinilai cukup potensial jumlah penumpangnya seperti di Bendungan Hilir, Sarinah, Gadjah Mada Plasa serta Glodok.

Dari hasil penelitian Instran para penumpang busway sebelum adanya jalur busway untuk mencapai tujuan menggunakan bis Non AC mencapai 453 responden (54,4 persen), bis patas AC 202 responden (24,2 persen), mobil pribadi 63 responden (7,6 persen), kereta api 33 responden (4 persen), taxi 23 (2,8 persen) sepeda motor pribadi 18 responden (2,2 persen) selebihnya menggunakan omprengan dan ojek sepeda motor.

"Sedangkan dari penelian sebelumnya yang dilakukan Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan jumlah responden 400 menyatakan ada 14 persen pengendara mobil yang pindah menggunakan busway," kata Tyas.

Tyas menambahkan selama ini kendala yang dihadapi dengan ketiadaan angkutan pengumpan karena ketidakjelasan keuntungan ekonomi bagi penyelenggara pengumpan. "Selama ini swasta enggan menggarap angkutan pengumpan karena tidak ekonomis," jelasnya.

Karena itu Tyas memberikan saran agar bagi penyelenggara pengumpan busway diberi subsidi terlebih dahulu agar tidak merugi. "Setidaknya selama setahun diberi subsidi dahulu kemudian secara bertahap dilepas," kata Tyas.

Solusi lainnya jika pihak swasta enggan menggarap bus pengumpan maka BP trans bisa juga yang mengelolanya sendiri. Tyas juga berharap agar dalam pembangunan busway koridor II (Pulogadung-Harmoni-Kalideres) disertai dengan pembangunan pengumpan. Selain itu juga pemerintah diminta tetap memperbaiki bus pengumpan di Koridor I (Blok M-Kota).

Muhamad Fasabeni - Tempo)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menyambut Car Free Day, Sudirman-Thamrin Ditutup
Walhi : Revisi UU Jalan Hanya Tambal Sulam
Pengemudi Speedboat di Ambon Demo
Pemerintah Tetapkan Pelaksana Transportasi Haji 2005
DKI Berlakukan Program Sekolah Gratis
Kabut Asap Kembali Ganggu Penerbangan di Pekanbaru
Bekasi Protes DKI Soal Pengelolaan TPA
Jalan Negara Menuju Jember Diblokir 24 Jam
Bekas Ketua DPRD DKI Jakarta Diperiksa Polda Metro Jaya, Besok
Buruh PT Sarana Tutup Jalan, Lalu Lintas Macet Total
> selengkapnya...


Referensi

Upah Minimum
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
UU RI No. 34 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara RI Jakarta
> selengkapnya...

Website

Info Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Presiden Mengharuskan Sekolah Punya Komputer
Mahasiswa Arak Keranda di Kampus ISI Denpasar
Awa! Ranjau Paku di Sekitar Anda!
Pemerintah Anggarkan Dana Otonomi Khusus Rp 8 Triliun
Bayi Perempuan Matt Damon

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data