Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Karena Trauma, Korban Bom Kuningan Pindah Rumah
Jum'at, 17 September 2004 | 17:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Iwan Setiawan, salah satu korban ledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia, mengaku trauma setelah mengalami kejadian tersebut. Karena trauma tersebut, Iwan memutuskan pindah dari rumah, yang semula di Jalan Pedurenan Masjid II RT 06/04 no 8, Karet Kuningan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Menurut rencana, Iwan akan mencari rumah kontrakan baru yang akan ditempati bersama istrinya dan kedua orang anaknya di sekitar kawasan Depok, Jawa Barat. "Supaya jauh dari situ," ujarnya kepada Tempo pada Jumat (17/9), lewat sambungan telepon.

Iwan keluar dari rumah sakit Aini, tempat dia dirawat, kemaren, Kamis (16/9) pukul 17.00 WIB. Iwan memutuskan untuk keluar dari rumah sakit yang terletak di kawasan Kuningan itu karena masih trauma dengan kawasan tersebut. Untuk sementara Iwan berdomisili di rumah kakaknya di Pondok Sukma Jaya Blok G no 4, Depok.

Menurut Iwan, istrinya juga trauma melewati Jalan Rasuna Said. "Dia sama sekali tidak mau lewat Kuningan," ujarnya. Iwan sendiri, selain terhadap kawasan Kuningan, mengaku trauma juga terhadap bunyi yang bersuara keras dan setiap kali mendengar atau melihat berita seputar pemboman tersebut di televisi.

Iwan mengaku perasaannya selalu bercampur-campur ketika melihat kembali akibat dari bom tersebut. Perasaan sedih, takut, dan benci terhadap pelakunya merupakan hal yang sering dialaminya setiap kali menyaksikan tayangan korban-korban di televisi. "Gregetan juga. Kejam banget yang melakukannya," ujarnya geram. Tak jarang, dia menitikkan air mata tanpa disadari.

Iwan berharap dengan pindah ke daerah yang jauh dari lokasi, rasa traumanya bisa berangsur-angsur hilang. "Mungkin masih baru-baru. Insya Allah, kalau sudah sebulan (traumanya) hilang," kata Iwan berharap. Menurut Iwan, dokter yang merawatnya tidak pernah menyarankan agar ia juga berkonsultasi dengan psikiater.

Tito Sianipar - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Detasemen 88 Periksa Lurah Dan Camat di Mataram
Polisi Temukan Dua Lokasi Terkait Kelompok Azahari
Polri Minta Maaf Kepada Korban Martinus dan Arman Syahputra
Bom Kuningan Hambat Hubungan Dagang Indonesia-Australia
Sejumlah Orang yang Dicurigai Terkait Azahari Ditangkap
Pasangan Mega-Hasyim Hadiri Malam Renungan Tragedi Bom Kuningan
Hasan Telah Mengundurkan Diri dari PT Pertani
Panglima: TNI Tidak Minta Kewenangan Lebih
Rumah Salah Seorang yang Diduga Pelaku Bom Kuningan, Belum Diamankan Polisi
Si Penjual Mobil Tidak Kenal Pembelinya
> selengkapnya...


Referensi

Jenderal Laskar Istimata
Doktor Elmaut dari Johor
Yayasan Pulih yang Pulihkan Trauma
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data