Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Si Penjual Mobil Tidak Kenal Pembelinya
Kamis, 16 September 2004 | 21:25 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Siswanto adalah pemilik show-room mobil Wisma Ratu Mobil di Jalan Raya Jati Makmur, Jati Makmur Pondok Gede, Bekasi. Sudah enam tahun Siswanto menyewa bangunan rumah milik Wiwit itu. Sebagai show-room, jelas tempat usaha Siswanto tergolong tidak mewah, bahkan terkesan ala-kadarnya. Mobil-mobil yang diperjual-belikan hanya ditempatkan di halaman seluas sekitar 25 meter persegi. Untuk administrasi dan ruang transaksi, Siswanto menyediakan ruangan seluas empat kali empat meter persegi.

Saat Tempo mendatangi, Kamis (16/9), rumah itu tampak sepi. Setelah peristiwa ledakan bom di Kuningan lalu itu, Siswanto lebih banyak berada di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Sejak itu pula, kegiatan bisnis jual-beli mobilnya terpaksa dihentikan untuk sementara.

Siswanto secara sukarela melapor ke polisi, mengenali mobil boks putih yang terekam di kamera beberapa detik sebelum meledak. "Saya melapor ke polisi, karena mengenali mobil itu pernah dibeli dari sini," kata Siswanto yang mengaku berasal dari Kalimantan dan memiliki tiga anak buah yang dipekerjakan di Wisma Ratu Mobil (WRM) itu. Apalagi setelah diketahui mobil Daihatsu Zebra boks itu bernomor polisi B 9065 NH, membuat Siswanto segera melaporkannya. Mobil itu diketahui pernah dijual Siswanto kepada seseorang pada 6 Agustus 2004.

Dari Siswanto sempat diketahui, dirinya merupakan pemilik keempat mobil boks putih itu yang dibelinya dari Sukarja, warga Perumahan Candra Baru, Blok A/241, Pondok Gede dengan harga Rp. 8,8 juta. "Penjualan terakhir, mobil masih atas nama pemilik sebelumnya di Tambora, Jakarta Barat," kata Siswanto.

Sampai saat ini, Siswanto sudah tiga kali diperiksa. Sayangnya, Siswanto tetap memilih tidak banyak bicara kepada para wartawan. "Polisi minta saya supaya tidak banyak bercerita dulu, karena menyangkut keselamatan kami juga," katanya. Siapa pembeli mobil yang sempat dimilikinya itu, Siswanto mengaku tidak mengingatnya lagi. "Saya tidak menyimpan data tentang pembeli mobil itu, walau masih ingat-ingat pembelinya itu," katanya.

Pemilik rumah, Wiwit, 39 tahun juga mengaku, mobil boks putih itu hanya sehari sempat diiklankan, karena keburu datang pembelinya pada 6 Agustus 2004. Awalnya, mobil diberi harga Rp. 12,5 juta. Tapi kemudian ditawar dan disepakatilah harga Rp 10,5 juta. Hari itu juga transaksi selesai. "Biasanya jika mau membeli, kita minta identitas si pemilik. Tapi karena kita menjual, tidak perlu meminta identitas si pembeli," kata Wiwit.

Saat ini, di halaman tempat jual beli mobil Siswanto, masih terparkir dua mobil bekas: Renault merah keluaran 1985 bernopol B 1243 KZ dan Toyota Corrola 1981 bernopol F 1847.

Walau pihak polisi yakin, pemilik mobil boks pelaku peledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia (9/9) merupakan salah satu jaringan teroris yang sedang dicari-cari. Apalagi mobil boks itupun diyakini pernah singgah di Bekasi, tepatnya di show-room mobil milik Siswanto. Tapi tetap saja, teka-teki belum terjawab.

Siswanto - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jabir Diakui Sebagai Ustad Ponpes Darussyahadah Boyolali
Polda Jatim Kejar Tiga Orang Komplotan Bom Kuningan
Bom Kuningan Batalkan Investasi Asing di Indonesia
Tiga Pembeli Mobil Boks Daihatsu Diduga Suruhan Azahari
Hasan dan Jabir Dicurigai Sebagai Pengebom
Imparsial: BIN Tak Berhak Tangkap Tersangka Terorisme
Ibunda Tersangka Bom Kuningan Dites DNA
Menko: Daya Tahan IHSG dan Rupiah Lebih Kuat
Korban Bom Kuningan Martinus Dimakamkan Hari Ini
Kelompok Pengacara akan Tuntut Aparat
> selengkapnya...


Referensi

Jenderal Laskar Istimata
Doktor Elmaut dari Johor
Yayasan Pulih yang Pulihkan Trauma
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data