|
Jakarta
Korban Bom Kuningan Martinus Dimakamkan Hari Ini
Rabu, 15 September 2004 | 17:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jenazah Martinus Sitania, 28 tahun, dimakamkan di tempat pemakaman umum Kali Mulia Sukma Jaya, Depok, Rabu (14/9). Prosesi pemakaman dilakukan sekitar pukul 14.15 WIB dipimpin Pendeta dari gereja Masehi Injil Sangirtalaut, Beji, Depok, Tertianus Tatipang sth.
Ratusan pelayat mengiringi proses pemakaman korban peledakan bom Kuningan pada Kamis (9/9) lalu itu. Isak tangis mewarnai prosesi pemakaman. Sejumlah anggota keluarga histeris dan pingsan.
Martinus adalah karyawan toko ban PT Tirta Agung Ban di Pasar Minggu Jakarta Selatan, yang saat itu sedang bertugas menagih ke daerah Kuningan. Jenazah korban yang saat itu mengendarai sepeda motor suzuki tornado B 4497 Q, semula sempat dicurigai sebagai saalah satu pelaku pembawa bom. Namun belakangan diketahui bom berasal dari kendaraan boks. Jenazah Martinus sempat disemayamkan selama lima hari di rumah sakit Kramat Jati.
Menurut ibu korban Else Sitania, semula pihak berwajib memang tidak memperbolehkan jenazah Martinus dibawa pulang dengan alasan petugas masih mengumpulkan serpihan potongan tubuh korban. Namun pihak keluarga memaksa agar jenazah Martinus dapat segera dibawa pulang.
Diakui ibu korban, jenazah anaknya yang dikirim pihak petugas dalam bungkusan kain kafan dan dimasukan peti dalam keadaan tidak lengkap dan berbentuk serpihan.
Menurut pacar korban Dini Kurniasih, 25 tahun, mereka sebenarnya merencanakan akan menikah seusai lebaran nanti. Mereka juga mengaku sudah melakukan berbagai persiapan untuk pernikahan mereka.
Ia juga menceritakan sebelum peristiwa tersebut kekasihnya yang biasanya suka bercanda, hari itu terlihat murung. Korban juga mengatakan sebenarnya tidak ingin masuk kerja karena mengeluh sakit. Tapi ia memaksa berangkat ke kantor karena harus membayar arisan.
Pagi itu korban rencananya akan menagih ke PT Aldiros dan menyetor uangnya ke salah satu bank BCA di sekitar kawasan Kuningan. Namun hingga pukul 15.00 WIB hari itu, korban tidak terlihat kembali ke kantornya. Padahal biasanya korban pukul 12.00 WIB sudah sampai di kantornya untuk makan siang.
Ramidi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|