|
Jakarta
Gerakan Mahasiswa Datangi KPU
Selasa, 14 September 2004 | 15:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Forum Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda se-Jabotebek mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka meminta KPU menolak jenderal anti amandemen.
"Beberapa jenderal pada masa orde baru seperti Tri Sutrisno, Feisal Tandjung, Edy Sudrajat, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Sudi Silalahi sebelumnya telah menolak amandemen Undang-undang Dasar 45. Namun kini mereka kembali dengan menggunakan jubah reformasi," kata Heru, koordinator Forum Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda di depan KPU, Selasa (14/9).
Heru mengatakan, seluruh rakyat Indonesia harus mewaspadai bangkitnya antek orde baru yang berlindung dibalik jubah reformasi. "Kami berusaha menyadarkan masyarakat bahwa ada jenderal yang dahulu pernah menolak amandemen," tandas Heru. Para jenderal orde baru tersebut saat ini bermain dalam kancah perpolitikan nasional dan senantiasa mempertahankan warisan orde baru dengan menjegal upaya perubahan salah satunya adalah amandemen.
Heru mengatakan amandemen seharusnya menjadi fundamental dalam rangka menciptakan perangkat hukum untuk mengantarkan proses perjalanan reformasi.
"Karena itu, kami datang ke KPU untuk mengingat KPU bahwa beberapa jenderal orde baru telah kembali masuk dalam sistem politik nasional," tandas Heru.
Aksi ini merupakan aksi gabungan para mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bung Karno, dan gabungan mahasiswa lainnya. Mereka juga mempersoalkan koalisi yang dilakukan karena terkesan sebagai koalisi dagang sapi. Puluhan pemuda ini berusaha maju menembus barikade polisi namun gagal.
Muhamad Fasabeni - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|