|
Bekasi
Perampok Menggunakan Senpi Todong Bekas Pimpinan DPRD
Jum'at, 10 September 2004 | 21:10 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Bekas Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Salim Musa menjadi korban perampokan di Jalan Juanda, pinggir makam pahlawan, Bekasi. Dalam aksinya, satu dari dua pelaku menggunakan senjata api jenis pistol dan berhasil merampas dua buah telepon genggam jenis communicator dan uang tunai Rp 700 ribu.
Keterangan yang dihimpun Tempo menyebutkan, penodongan itu sebenarnya sudah terjadi pada Kamis (9/9) sekitar pukul 18.00, namun baru dilaporkan Jumat (10/9). Saat kejadian, Salim Musa tengah mengendarai mobil menuju arah Tambun, Bekasi.
Salim, bekas Wakil Dewan dari Fraksi Partai Amanan Nasional (PAN) tengah mengendarai mobil merek Sedan Honda Civic tahun 94 bernomor B 2159 QD seorang diri. Menurut Salim, saat itu dia tengah asyik mendengarkan siaran radio tentang ledakan bom di Jakarta.
Karena sedang mendengarkan siaran radio, ia menjalankan mobil dengan lambat. Sampai di dekat makam pahlawan tiba-tiba Salim dihadang oleh sebuah mobil Kijang yang berhenti di depannya.
Salim saat ditemui wartawan menirukan ucapan pelaku saat meminta telepon genggam. "Wah ada HP tuh. Bagi-bagi dong, kita lapar nih," kata Salim singkat. Tak hanya telepon genggam, tapi pelaku juga meminta Salim menyerahkan uangnya. Salim pun menyerahkan uang sebesar Rp 700 ribu.
Kejadian yang menimpa Salim menambah utang kepolisian Bekasi. Selasa (31/8) lalu, Mapolres Metro Bekasi menunjukkan 12 senpi yang disita karena tidak dilengkapi surat izin. Terkait dengan kasus itu, sebanyak 20 orang diamankan sambil menunggu proses lebih lanjut. Padahal, sebelumnya, perisitwa penembakan di Jalan Salak, Medan Satria belum terungkap oleh polisi.
Menanggapi hal itu, Kapolres Bekasi Kombes Edward Syah Pernong mengatakan, saat ini masih menelusuri pelaku penodongan.
Pernong menambahkan, pihaknya terus memburu siapa saja pemilik senpi yang diduga tidak memiliki izin. Karena itu kepolisian mengharapkan kepada masyarakat untuk melaporkan kejadian yang terkait dengan penggunaan senjata api. "Jangan segan melaporkan kalau mencurigai seseorang sebagai pemilik," kata dia.
Siswanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|