Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Sutiyoso: Biaya Korban Bom Ditanggung Pemerintah
Kamis, 09 September 2004 | 17:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menjanjikan kepada para korban ledakan bom di Kedutaan Besar Australia bahwa mereka dirawat tanpa mengeluarkan biaya.

"Saya minta agar rumah sakit-rumah sakit tidak menolak para korban ledakan bom. Semua akan dibayar pemerintah daerah maupun pusat," kata Sutiyoso, Kamis (9/9).

Menurutnya, ledakan ini adalah perbuatan yang terkutuk, karena yang menjadi korban tetap rakyat kecil, apapun motif politik di belakangnya. Karena itu Sutiyoso meminta agar dilakukan langkah pencegahan di tempat lain secara maksimal.

"Maksimal di sini kita harus membangun sinergi antara aparat TNI dan Polri," katanya. Sutiyoso juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan waspada.

Sementara itu Menko Polkam ad interim Hari Sabarno juga mengutuk teror bom ini dan meminta masyarakat tetap tenang dan waspada. "Setelah melihat ledakan yang terjadi, ini membuktikan gerakan terorisme masih ada," tegasnya. Karenanya, ia meminta kewaspadaan masyarakat terlebih menjelang pemilu. Jika ada sesuatu yang mencurigakan masyarakat hendaknya diminta melapor pada aparat.

Hari Sabarno menandaskan, pemerintah akan serius dalam menangani kasus ini karena menyangkut nama baik bangsa.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani menambahkan, menyangkut adanya warning, Polda sudah berkali-kali menyatakan bahwa terorisme masih ada, dan bisa terjadi.

Dari ledakan di depan Kedutaan Australia ini diperkirakan ada satu mobil yang membawa bom. Namun belum diketahui secara pasti apakah itu bom bunuh diri atau bukan. Mengenai status Jakarta, kata Firman Gani, tetap siaga satu. "Dari dulu juga siaga satu," katanya.

Firman Gani mengajak masyarakat dan aparat agar mengantisipasi bom lanjutan.

Muhamad Fasabeni

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Megawati Tinjau Lokasi Ledakan
Pengamat: Indonesia Menjadi Semakin Berisiko
Bahan Bom Kedubes Australia Diduga Berasal dari Semarang
HMI Minta Australia Tidak Terburu-buru Tuding Jamaah Islamiyah
Jalan Rasuna Said Diblokir
SBY Melintas di Lokasi Pemboman
Polda Sulawesi Utara Antisipasi Ledakan Bom
Gubernur BI : Bom Kuningan Berdampak Besar bagi Perekonomian
Pemerintah Mengutuk Teroris
Pangdam: Bom Di Kuningan Serangan Teroris
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Ledakan di Jakarta 2003
Bom di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru
Ciri Khas Bom Kelompok Hambali
Bom Natal 2000
Bom-Bom Hambali
PP RI No.24 Thn.2003 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Saksi, Penyidik, Penuntut Umum, Dan Hakim Dalam Perkara Tindak Pidana Terorisme
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data