|
Metro
Polda Kerahkan Densus 88 untuk Amankan Pemilu Presiden
Selasa, 07 September 2004 | 19:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polda Metro Jaya akan membahas titik rawan menjelang dan pascapemilu pemilihan presiden putaran kedua. Pembahasan ini akan dilakukan besok dengan mengidentifikasi delapan wilayah yang masuk yurisdiksi Polda Metro Jaya. Hal ini dikatakan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Firman Gani, Selasa (7/9).
Dalam pembahasan ini, setiap Polres diminta membuat peta politik yang akan menjadi titik rawan gangguan keamanan di Jakarta. Peta politik ini menyangkut sentral-sentral tim sukses para capres, tempat berkumpul pendukung, tempat KPU mengumumkan hasil pilpres putaran kedua. Selain itu sentral ekomomi seperti mall, pasar, sentral-sentral sosial seperti tempat organisasi sosial politik akan dijaga untuk mengantisipasi hal-hal yang menggangu keamanan.
Dalam pengamanan ini, pasukan inti dipusatkan pada kekuatan di tiap-tiap Polres dengan dibantu kekuatan dari Polda Metro Jaya, yaitu Satuan Detamen Khusus 88 Anti Teror serta Brimob Polda Metro Jaya. Untuk kesiapan ini maka akan diadakan gelar pasukan, Jumat mendatang.
Sebelumnya, Jumat lalu, Kapolda mengatakan, kekuatan kepolisian di Jakarta dua pertiganya akan dipusatkan untuk pengamanan pemilu. Sekitar 19 ribu satuan dari Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan kekuatan Mabes Polri yang dibawah kendali operasi Polda Metro Jaya. Sementara TNI, kata Kapolda, akan mengirimkan seperlima anggotanya untuk keamanan di Jakarta, yaitu 4.000 sampai 4.500 anggota.
Yophiandi - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|