Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Warga Nelayan Dadap Kesulitan Air Bersih
Selasa, 07 September 2004 | 15:18 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang: Warga perkampungan nelayan Desa Pantai Dadap, Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang kesulitan mendapatkan air bersih. Hingga kini, sekitar 6.000 jiwa yang hidup di perkampungan yang berlokasi di pinggir pantai itu mengggunakan air sumur yang terasa payau untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci, mandi.

"Kalau untuk minum kami harus membeli air PDAM yang sengaja dikirim dipenampungan air," Ujar Marsih, 38 tahun, salah seorang warga saat ditemui Tempo News Room, Selasa (7/9). Menurut ibu empat anak ini, setiap harinya dia harus mengeluarkan uang sebasar Rp 15 ribu - 20 ribu hanya untuk membeli air, yang satu direjen ukuran 20 liter seharga Rp 500.

Menurut warga, air sumur yang selama ini mereka gunakan
sudah tidak bisa digunakan untuk mencuci dan mandi. "
Rasanya sudah sama dengan air laut, asin," sambung Marsih yang bersuamikan nelayan ini.

Warga juga mengeluhkan sikap pemerintah yang memperlakukan mereka tidak adil dalam memenuhi sanitasi di daerah mereka. "Mengapa instalasi air bersih dari PDAM hanya menyentuh wilayah perumahan saja, tidak sampai ke tempat kami," ujar Sawaludin Ali, salah seorang anggota perhimpunan nelayan Pantura yang merupakan warga asli setempat.

Padahal, kata Sawaludin, lokasi-lokasi perumahan dan
pergudangan yang menjamur dan tidak jauh dari pemukiman
mereka telah dilengkapi dengan sanitasi dan instalasi
PDAM. "Padahal tinggal sedikit menyambung ke desa kami," tuturnya.

Masih menurut Sawaludin, pemerintah selama ini tidak melihat dan mendengar keluhan masyarakat kecil yang tinggal di daerah pinggiran seperti mereka. "Memangnya kami tak sanggup bayar apa?," imbuh Sawaludin kesal.

Joniansyah - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Lebak Mulai Terserang Diare
Rp 1 Miliar Untuk Atasi Kekeringan di Boyolali
Warga Jakarta Barat Keluhkan Air Bersih
Volume Air Waduk di Jawa Masih Aman
Tangerang Terancam Kekeringan
55 Desa di NTB Rawan Pangan
Hujan Buatan Gagal, Pemadaman Berlanjut di Sumatera
Pemerintah Anggarkan Rp 152 Miliar Atasi Kekeringan
Kekeringan di Banyumas Meluas
12 Kecamatan Banyumas Kekurangan Air Bersih
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data