|
Jakarta
Pengacara Agung Bantah Soal Penggelapan Uang
Kamis, 02 September 2004 | 18:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bekas Ketua DPRD DKI Agung Imam Sumanto diperiksa polisi, Kamis (2/9). Pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 11 siang hingga saat ini masih berlanjut.
Agung diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka untuk kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1 miliar, yang dilaporkan pengusaha angkutan kota Kopaja, Etty Mustam. Uang itu rencananya sebagai jasa untuk mendapatkan izin prinsip trayek 200 angkutan kota yang dimiliki empat orang pengusaha, termasuk Etty.
Status Agung sebagai tersangka ini dibenarkan kuasa hukumnya, Gelora Tarigan, di sela pemeriksaan di Satuan Harta Benda Bangunan dan Tanah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Namun, Gelora membantah bahwa uang sebesar Rp 1 miliar itu digunakan untuk memuluskan izin trayek empat pengusaha. “Itu untuk kegiatan politik kampanye legislatif lalu,” kata dia.
Gelora bahkan menegaskan bahwa uang sebesar Rp 1 miliar itu untuk kegiatan politik, itu dicantumkan dalam perjanjian hitam di atas putih antara Agung dengan Etty. Saat ini kesepakatan itu menjadi barang bukti polisi di Polda Metro Jaya.
Ia menjelaskan, uang sebesar Rp 1 miliar diberikan oleh seorang pengusaha yang mempunyai kepentingan politik kepada Agung dan Etty, sebesar masing-masing sekitar Rp 500 juta. Uang yang ada pada Etty itu, kata Gelora, kemudian diberikan pada politikus PDIP Perjuangan itu untuk kegiatan kampanye legislatif.
“Jadi saya tidak tahu kenapa kok bisa jadi seperti ini. Terjadi laporan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1 miliar,” kata dia.
Ia membenarkan tiga orang pengusaha berinisial B, F, dan J, meminta kepada bekas Ketua DPRD DKI itu untuk mendapatkan izin trayek. Saat itu Etty yang menjadi perantara kegiatan tersebut. Kemudian Agung menghubungkan ketiga pengusaha itu kepada seorang anggota DPRD DKI yang juga seorang pengusaha berinisial H untuk mengurus izin trayek tersebut.
Tapi, Gelora mengaku tidak mengetahui berapa uang yang dibayarkan untuk pengurusan tersebut. “Jadi ini ada dua peristiwa yang berbeda,” kata dia.
Agung yang juga anggota tim kampanye Presiden Megawati ini juga didampingi oleh beberapa orang pendukung PDIP Perjuangan.
Yophiandi Kurniawan - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|