|
Jakarta
BNN Segera Razia Tempat Hiburan di Jakarta
Kamis, 02 September 2004 | 16:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam waktu dekat akan melakukan razia narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di semua tempat hiburan di Jakarta.
“Target kami tempat hiburan harus murni untuk hiburan, tidak untuk hal-hal yang terkait dengan narkoba. Jadi nantinya para orang tua tidak perlu khawatir jika putra-putrinya akan pergi ke diskotik,” kata Makbul Padmanegara, Kepala Badan Narkotika Nasional kepada wartawan, Kamis (2/9).
Makbul tidak bersedia menjelaskan kapan razia tersebut akan mulai dilakukan. “Lho nggak bisa saya katakan dong, nanti keburu kabur semua. Yang jelas dalam waktu dua bulan ke depan kami akan mulai melakukan itu.”
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Carlo B. Tewu menambahkan bahwa razia tesebut nantinya akan dilakukan oleh kepolisian di bawah koordinasi Badan Narkotika Nasional.
Razia tersebut, kata Makbul, terkait dengan Program Hindari Narkoba dan HIV secara nasional yang akan dicanangkan pada 5 September oleh presiden. “Kegiatan akan difokuskan dulu di Jakarta, karena kasus terbanyak memang di sini.”
Gerakan tersebut, lanjut Makbul, harus dilakukan karena tingkat penggunaan narkoba di kalangan masyarakat saat ini sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hasil survei Badan Narkotika Nasional dengan Pusat Penelitian Pranata Pembangunan Universitas Indonesia menunjukkan 3,9 dari 100 pelajar sudah pernah memakai narkoba.
Penelitian ini mengambil 13 ribu lebih sampel pelajar di 30 ibukota provinsi se-Indonesia. Menurut penelitian itu, pelajar pertama kali memakai narkoba rata-rata saat berusia 15 tahun. Namun, ada pelajar yang sudah berkenalan dengan narkotika pada usia tujuh tahun. (Tempo News Room, 12 Juli 2004)
Seiring dengan peningkatan usia, keberanian mencoba berbagai jenis narkoba pun bertambah. Pada anak usia delapan tahun, menurut penelitian ini, jenis narkoba yang banyak dipakai sudah termasuk ganja. Pada usia sepuluh tahun, jenisnya lebih bervariasi, seperti pil penenang, ganja, dan bahkan morfin.
Mohamad Teguh - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|