|
Jakarta Timur
Pencuri Bobol Kantor Radio 68H
Kamis, 02 September 2004 | 14:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pencurian terjadi di kantor pemasaran dan HRD Radio 68H di Jalan Utan Kayu 49A Jakarta Timur, Kamis (2/9) pagi, sekitar pukul 05.30-06.00 WIB. Akibat pencurian itu, Radio 68H itu menderita kerugian sekitar Rp 60 juta.
Menurut Kepala Bagian Jaringan dan Radio Wikan Wiratsongko, barang-barang yang berhasil dibawa kabur oleh pencuri berupa 9 CPU, satu buah printer, satu kamera digital, uang senilai 200 dolar dan Rp 1,7 juta.
"Mereka berhasil masuk dan mengambil barang-barang yang ada di lantai dua dan tiga," kata Wikan kepada Tempo News Room di tempat kejadian. Kejadian itu sendiri pertama kali diketahui satpam yang bertugas, Amat Ardi, pukul 06.00 WIB saat pengecekan.
"Jam 5, dia (satpam) cek tidak apa-apa, tapi ketika dicek lagi pukul 6, pintu sudah dicongkel," kata Wikan.
Kantor pemasaran Radio 68H itu, kata Wikan, memang tidak dijaga 24 jam oleh satpam. Satpam hanya mengecek setiap satu jam sekali. "Satpam tidak mengepos di sini tapi di pos kantor 68," katanya.
Akibat hilangnya 9 CPU yang berisi database dan jaringan, maka Radio 68H akan kehilangan semua jaringan maupun klien yang selama ini dijalinnya. "Selama ini kita sudah memiliki jaringan hampir 400 di seluruh daerah. Tapi, karena kejadian ini kita kehilangan data semuanya," katanya.
Kejadian ini, menurut Wikan, merupakan yang ketiga kalinya. Yang pertama sekitar enam bulan lalu, dengan kehilangan sebuah jaringan telepon. Dan yang kedua, satu bulan lalu, namun pencuri tidak berhasil membawa kabur barang-barang.
Modus operandi pencuri, kata Wikan, dengan mencongkel pintu masuk ke kantor. Sedangkan, pintu luar yang dirantai dengan tiga gembok berhasil dibuka tanpa paksa.
Kejadian itu sudah dilaporkan ke Polsek Matraman Jakarta Timur. Sumbat Irianto, Kanit Reskrim Polsek Matraman Jakarta Timur mengatakan, sudah menerima laporan itu pada pukul 09.47 WIB.
Dugaan sementara, pencurian ini dilakukan oleh lebih dari empat orang yang sudah mahir/memiliki spesialisasi. "Modus operandi terlihat sudah merupakan spesialisasi mereka, karena tidak ada gembok yang dirusak. Hanya pintu saja masuk yang dicongkel," katanya.
Pihaknya juga menduga pencuri menggunakan kunci palsu untuk membuka gembok. Sumbat menyayangkan tidak adanya satpam yang menjaga kantor tersebut. "Seharusnya ada satpam yang ditugaskan menjaga kantor itu. Tapi, satpam malah ditempatkan di kantor radio," katanya.
Mengenai kemungkinan keterlibatan orang dalam, Sumbat belum bisa memastikan. Namun demikian, pihaknya menyatakan kemungkinan itu bisa saja terjadi. Pendapat yang sama juga dikatakan oleh Farit Mubarok, Direktur Marketing Radio 68H. "Kemungkinan ada orang dalam yang terlibat, meskipun kita belum pastikan. Tapi, bisa dilihat dari kondisi gembok itu bisa saja," kata Farid.
Dari pantauan Tempo News Room di tempat kejadian, terlihat kondisi pintu luar dalam keadaan yang baik dan tidak rusak sama sekali. Yang terlihat rusak hanya pintu kayu masuk yang terlihat ada congkelan. Hingga siang ini, aktivitas karyawan Radio 68H masih tetap berjalan normal, meskipun tidak begitu maksimal.
Suryani Ika Sari - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|