|
Jakarta Selatan
Aksi Koboi Terjadi Lagi
Selasa, 31 Agustus 2004 | 17:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyalahgunaan senjata api terjadi lagi. Kali ini peristiwa terjadi di Cafe Teabox, Jalan Wijaya Jakarta Selatan, Senin (30/8) malam. Pelakunya, Raja Sapta, menodongkan dua buah senjata api, masing-masing pistol jenis revolver kaliber 33 spesial 5 dan jenis pistol FN kaliber 22 merek Walter buatan Jerman ke arah kepala keamanan cafe tersebut, Emir Salim Manopo.
Peristiwa yang terjadi Senin pukul 23.30 WIB itu membuat kegaduhan di sekitar cafe. Pistol kaliber 22 yang pertama kali akan ditodongkan ke arah Emir sempat dikokang oleh Raja. Emir yang mengetahui bahwa pistol itu tidak berisi peluru sempat memegang tangan kanan Raja.
Seorang saksi mengatakan, senjata api kedua, jenis revolver, diambil Raja dari tangan Moris Andarita, rekannya, yang berdiri di belakang Raja. Namun tangan kiri yang memegang revolver itu cepat dipegang oleh Emir. Kondisi ini berlangsung hingga Provost Jakarta Selatan mendatangi tempat tersebut dan mengamankan Raja serta Moris.
Peristiwa penodongan ini bermula dari keributan antara Raja dengan pengunjung Cafe Teabox sekitar pukul 23.00 malam. Saat itu, entah kenapa tiba-tiba Raja minta dipanggilkan manajer operasional cafe tersebut. Emir yang segera mendatangi keributan kemudian memanggil Budi, manajer operasional yang sedang bertugas.
Saksi itu mengatakan, ketika Raja ingin memukul pengunjung tersebut, tangannya keburu dipegang oleh Emir dari belakang. Tidak senang dengan perlakukan Emir yang bertubuh lebih kecil, Raja yang berbadan lebih besar berbalik dan langsung menodongkan pistolnya. Saat itu, Raja sendiri sudah dilerai dan akan keluar dari cafe.
Dalam laporan di Polda Metro Jaya, kedua senjata yang ditodongkan tersebut tidak memiliki izin. Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Gufron juga membenarkan senjata yang disita tidak terdapat izin. "Kalau benar-benar tidak ada izin, kena Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951," ujarnya.
Sebelumnya, aksi koboi juga terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu malam lalu. Peristiwa itu terjadi di Diskotek Centro Jakarta Selatan.
Kapolres menyatakan, saat ini sudah memeriksa tiga orang saksi termasuk Moris dan menahan Raja di Polres Jakarta Selatan.
Yophiandi - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|