Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Barat

Warga Jakarta Barat Keluhkan Air Bersih
Senin, 30 Agustus 2004 | 17:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah warga Jakarta Barat, khususnya warga Kelurahan Kali Deres, Tegal Alur, Kamal, Semanan, Pegadongan, dan Duri Kosambi, mengeluh kekurangan air bersih akibat musim kemarau. "Kekurangan dirasakan mulai dari awal Juli," ujar Leman (30), warga Kelurahan Kali Deres, Senin (30/8).

Kekurangan pasokan air bersih ini juga dirasakan oleh Lukman, warga Duri Kosambi. Menurutnya, warga yang biasa dengan mudah memperoleh air tanah sebelumnya, akhir-akhir ini sangat sulit.

Dengan bantuan pompa listrik warga biasanya mudah memperoleh air tanah. "Sekarang ini pompa hanya dapat menyala selama satu jam, karena air di sumur telah kering," ujarnya. Oleh karena itu, Lukman menjelaskan, warga harus bangun pagi-pagi sekali untuk memperoleh air, karena air berlimpah hanya pada pagi hari.

Untuk mengatasi keluhan warga ini, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah melalui Pemerintah Daerah Jakarta Barat menyalurkan 27 kontainer air bersih setiap hari. Sebanyak 23 kontainer di antaranya dipusatkan ke Kelurahan Kali Deres, karena kekeringan terberat dirasakan oleh warga daerah ini. Sisanya dikirimkan ke Kecamatan Cengkareng. Air tersebut selanjutnya dipasok ke tandon-tandon air milik warga untuk didistribusikan dengan harga Rp 250 per kalengnya.

Akan tetapi, Leman menduga adanya penyelewengan distribusi yang dilakukan oleh para sopir kontainer di daerah Kecamatan Kali Deres. Bantuan air bersih itu yang seharusnya lebih diperuntukkan ke warga yang tinggal di luar kompleks real estate, disinyalir Leman banyak dialihkan ke warga yang tinggal di kompleks real estate.

"Karena warga real estate mampu membeli dengah harga tinggi," ujarnya. Akibatnya, kata Leman, pasokan air di daerahnya berkurang dan harga air menjadi Rp 2.000 per kaleng.

Ami Afriatni - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Volume Air Waduk di Jawa Masih Aman
Tangerang Terancam Kekeringan
Perbaikan Cekungan Bandung Butuh Rp 4 Triliun
55 Desa di NTB Rawan Pangan
Ribuan Penduduk Wonogiri Kesulitan Air Bersih
Hujan Buatan Gagal, Pemadaman Berlanjut di Sumatera
MK Minta Permohonan Uji Materil UU SDA Diperbaiki
Pemerintah Anggarkan Rp 152 Miliar Atasi Kekeringan
IPO Jasa Marga Terganjal Revisi UU Jalan
Kekeringan di Banyumas Meluas
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Kepres RI No. 34 Thn.2003 Tentang Kebijakan Nasional Di bidang Pertanahan
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
> selengkapnya...

Website

Berita Bumi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data