|
Jakarta
Rumah Pembinaan Kristen Dirusak Massa
Senin, 30 Agustus 2004 | 17:00 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Penyerbuan terhadap rumah yang digunakan sebagai tempat pembinaan Iman Kristen kembali terjadi di Bekasi. Rumah yang berlokasi di Perumahan Dukuh Zamrud, Kota Legenda, Bantargebang, Blok I 1 nomor 9 dirusak sekitar 50 orang tak bertanggung jawab. Dua belas warga, saat ini ditahan polisi.
Perusakan itu terjadi pada Minggu (29/8). Menurut keterangan penjaga rumah pembinaan, Uwida, sekitar pukul 19.30 wib, puluhan warga yang sebagian dikenal tinggal di sekitar perumahan itu, mendatanginya. "Salah satunya tanya, apa rumah ini masih digunakan untuk gereja," kata dia.
Kedatangan warga itu untuk mencari kejelasan, apakah rumah itu digunakan untuk tempat ibadah. Warga yang bertanya ke Uwida membawa parang. Kemudian, Uwida menjelaskan tempat itu bukan gereja, tetapi untuk pembinaan, anak-anak, dan tempat berkumpul umat berdoa.
Namun, sebagian warga tidak mempercayai penjelasan Uwida. Mereka berulang kali membentak Uwida supaya mengakui bahwa rumah itu adalah gereja. "Mereka ngotot terus, yang pakai pedang langsung mau ngancam saya, saya terus bilang ini bukan gereja, tapi untuk berdoa dan pembinaan begitu saja," kata Uwida.
Kemudian, beberapa warga yang membawa senjata tajam itu berusaha meraih tangan Uwida dari balik pintu gerbang rumah. Salah seorang warga yang dikenal Uwida, sempat menebaskan pedang ke arahnya. "Kalau saya tidak lari, saya sudah kena pedang, saya langsung lari ke belakang," kata dia.
Para pemuda yang beringas itu, datang dengan mengendarai sepeda motor. Mereka datang dari berbagai arah dan berkumpul di sekitar rumah yang terletak di sudut jalan.
Tak lama setelah Uwida menyelamatkan diri, warga langsung menyeruak masuk ke pekarangan rumah pembinaan umat Kristen itu. Uwida sempat melihat kekejaman warga. Kaca jendela bagian depan rumah dihantam dengan tombak dan pedang.
Menurut saksi mata lainnya, Hodin, 38 tahun, gerakan yang dilakukan puluhan warga itu terkesan telah terencana. Sebab, mereka tiba di lokasi hampir bersamaan. Mereka berkonvoi dengan sepeda motor. Perusakan itu juga berlangsung sangat cepat. Perginya pun cepat pula sehingga penjaga perumahan tak dapat berbuat apa-apa.
Menurut Hodin yang juga jemaat Kristen tinggal disebelah rumah itu, rumah itu digunakan untuk pembinaan rohani saja. Jemaat Kristen yang tinggal di perumahan itu memanfaatkannya untuk berdoa pada hari Rabu. Sabtu untuk pembinaan anak-anak. "Minggu juga untuk membina anak dan remaja," kata dia.
Siswanto - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|