Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Tiga Warga Jakarta Hilang di Ujung Kulon
Sabtu, 28 Agustus 2004 | 16:24 WIB

TEMPO Interaktif, Serang: Tiga warga Jakarta dilaporkan hilang di sekitar pulai Panaitan kawasan Taman Nasional ujung Kulon Banten. Masing-masing Ade, 23 tahun; Iman, 23 tahun; dan Piko, 29 tahun. Ketiganya adalah warga Jalan Marga 55 kompleks perumahan Mahkamah Agung Jakarta Barat.

Ketiganya datang ke Pulau Panitan pada 20 Agustus lalu untuk memancing. Diduga, hilangnya ketiga warga ini akibat KM Ibnu Sabil yang mereka gunakan untuk memancing terbawa arus. Hingga Sabtu (28/8) pagi, satuan Polisi Laut dan Udara (Satpolairud) Polda Banten masih melakukan pencarian.

"Kami sudah berupaya mencari sampai mengelilingi pulau Panaitan selama Ketiga kali, tapi mereka juga tidak ditemukan. Untuk itu kami minta kalau menemukan mereka tolang beri tahu kami," ujar Birigadir Polisi Supriadi, anggota Satpolairud Polda Banten kepada Tempo News Room di Pulau Peucang Taman Nasional Ujung Kulon kemarin.

Menurut Supriadi, hilangnya ketiga warga tersebut diketahui setelah keluarga Ade dan Piko datang melaporkan ke Kantor Satpolairud di Desa Taman Jaya. Masih menurut Supriadi, saat ketiga warga itu tiba Desa Taman Jaya untuk menyewa kapal, warga setempat sudah memperingatkan agar jangan memancing ke Pulau Panaitan. Pasalnya, arus dan gelombang laut di sekitar pulau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon itu, sangat tinggi.

Karena mengaku sudah terbiasa dengan situasi ombak laut di kawasan itu, mereka akhirnya tetap ngotot untuk menyewa kapal. Saat berangkat mereka ditemani oleh Juhrah, pemilik kapal dan tiga warga lainnya. "Kami khawatir, mereka kehabisan bekal dan terbawa gelombang laut, apalagi, sudah delapan hari mereka belum ditemukan," katanya. Supriadi juga mengatakan, pihaknya telah mengontak Pangkalan Angktan Laut Banten di Merak dan tim SAR untuk membantu pencarian para korban.

Faidil Akbar - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kapal Perang Australia Selamatkan 15 Orang Indonesia
Kapal Farlen Tak Miliki Izin Angkut Penumpang
Kapal Terbakar, 12 Tewas
Tanker Residu Tenggelam di Perairan Karimun
Tiga Orang Korban KM Amami Ditemukan
Pencarian Korban KM Amami Terhalang Cuaca
KM Trisnawaty Nyaris Karam di Perairan Wawaoni
KM Amami Tenggelam di Laut Banda
Nelayan NTB Diminta Waspadai Badai Tropik
14 Penumpang Kapal Tanker ‘Kanoka’ Selamat
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Wakil Presiden: Cina dan Indonesia Saling Membutuhkan
Jumlah Peserta Jamkesmas Kurang dari Kuota Pemerintah
Menteri Pendidikan Tak Percaya Pengaduan Guru Kontrak di Sabah
Kapolda Jawa Barat Copot Dua Kapolsek
Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data