|
Metro
Warga Komplek Siliwangi Mengadu ke Komnas HAM
Jum'at, 27 Agustus 2004 | 17:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah peristiwa penyerbuan sekelompok preman kemarin, warga komplek Siliwangi merasa ketakutan. "Bagaimana dengan keamanan kami dan juga anak kami," kata Meta Sitorus, salah seorang warga saat mengadu ke Komnas HAM di Jakarta, Jumat (27/8).
Meta merasa keselamatan dirinya terancam dengan tetap hadirnya para preman di sekitar komplek Siliwangi. Robert Sitorus juga mengakui bahwa anaknya hingga kini tidak bersekolah. "Anak saya sudah beberapa hari tidak sekolah, dia saya titipkan ke neneknya," tambah Robert salah seorang warga yang tetap bertahan di Komplek Siliwangi.
Menurut Robert setelah penyerbuan para preman kemarin, praktis warga yang tetap bertahan tambah menyusut dari 14 KK menjadi sekitar 5 KK saja. Dia juga menambahkan bahwa tidak ada jaminan bahwa para preman tersebut tidak akan menyerbu kembali.
"Saya mengungsi bersama keluarga karena rumah saya kacanya pecah semua," kata Kotrib Pitalawa. Kotrib juga merasa terintimidasi dengan hadirnya para preman tersebut. "Merasa berada di sana sejak tanggal 18 Agustus, dan saat ini masih ada sekitar 50 orang," ucap Kotrib.
"Saya hampir saja dibacok oleh preman yang mengejar saya dari belakang," kata Bonar, warga yang lain. Dia memang selamat tapi salah seorang warga lainnya yang berada dibelakangnya terkena bacokan golok. Saat itu sebenarnya sudah ada aparat kepolisian namun tidak bertindak apapun. "Semestinya sebelum orang itu dibacok polisi menberi tembakan peringatan," tandasnya.
Warga diterima Soelistyowati Soegondo, Ketua Sub Komisi Sosial Politik Komnas HAM. Dia meminta agar warga Siliwangi kembali meminta perlindungan kepada aparat kepolisian. Para wargapun akhirnya berniat melaporkan dan meminta perlindungan pada kepolisian walaupun pada awalnya enggan karena merasa diabaikan.
Warga komplek Siliwangi juga meminta agar DepKeu menghentikan proyek diatas tanah sengketa sampai ada penyelesaian negosiasi. Mereka juga meminrta agar polisi bersikap netral dan mengusut para pelaku kekerasan terhadap warga.
Muhamad Fasabeni - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|