|
Jakarta
Gerakan Rakyat untuk Demokrasi Datangi Depdagri
Jum'at, 27 Agustus 2004 | 11:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 200 orang dari Gerakan Rakyat untuk Demokrasi mendatangi Departemen Dalam Negeri (Depdagri), meminta agar Depdagri netral dalam pemilihan presiden putaran kedua.
"Kami kemari karena sebelumnya ada hasutan dari Departemen Dalam Negeri kepada para camat, lurah untuk memilih Megawati-Hasyim," kata Amir Gustin Daulay, Ketua Presidium Nasional Gerakan Rakyat untuk Demokrasi di depan Depdagri, Jumat (27/8).
Menurutnya, ada kecenderungan penyelenggara pemilu, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum, dan juga aparat birokrasi tidak netral.
Dalam siaran persnya, Gerakan rakyat untuk Demokrasi menyebutkan beberapa indikasi aparat birokrasi yang tidak netral. PContohnya kasus VCD Banjar Negara, aparat Polwiltabes Banyumas Jawa Tengah seperti yang terbukti dalam rekaman VCD Pro-Mega.
Belum lama ini juga Menteri Dalam Begeri Hari Sabarno menyerukan agar seluruh Kepala desa, lurah dan para transmigran mengingat-ingat wajah Megawati. Sedangkan, pada tanggal 19 Agustus lalu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob nuwa Wea malah terang-terangan meminta TKI memilih Mega pada pilpres putaran kedua nanti.
Amir menegaskan Gerakan Rakyat untuk Demokrasi ini menjaga agar pemilihan presiden putaran dua berlangsung dengan jujur, demokratis, fair, dan adil.
Muhammad Fasabeni - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|