|
Jakarta
Kampanye Hari Tanpa Kendaraan di Bundaran HI
Kamis, 26 Agustus 2004 | 10:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mitra Emisi Bersih bersama WALHI Jakarta, Kelompok Aksi Cinta Lingkungan Indonesia (Kanjil), dan Swiss Contact melakukan kampanye hari tanpa kendaraan sedunia. "Untuk pelaksanaannya kami jadwalkan tanggal 26 September yang akan menutup jalan dari patung Arjuna Thamrin sampai Ratu Plaza Sudirman," kata Bambang Parlupi, Ketua Pelaksana Hari Tanpa Kendaraan di Jakarta, Kamis (26/8).
Menurut Bambang, pada 26 September para pemilik kendaraan pribadi akan diarahkan menggunakan kendaraan umum. "Selama ini data yang ada, hampir 76 persen kendaraan pribadi menyumbang polusi udara. Pelaksanaan Jakarta Car Free Day (hari bebas tanpa kendaraan) akan dimulai pada pukul 05.00 hingga pukul 15.00 selama satu hari.
Bambang meminta pada Pemda Provinsi DKI Jakarta agar membuat satu hari khusus tanpa kendaraan. Ia juga mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi polusi udara di Jakarta. Kegiatan lainnya adalah dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya udara bersih di 10 sekolah DKI Jakarta.
Jakarta Car Free Day (JCFD) 2004 ini adalah yang ketiga kalinya. Maka kampanye kali ini bertujuan menyampaikan informasi awal pada masyarakat bahwa pada September mendatang akan dilaksanakan kembali (JCFD) ketiga kalinya. "Selain itu kami juga berharap mendapat perhatian pemerintah atau instansi terkait agar memperlancar pemberian ijin," tambahnya.
CFD (Car Free Day
Selanjutkan CFD menyebar ke Eropa dan negara lain di dunia mengingat semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor pribadi. Ternyata dengan kegiatan CFD, masyarakat dapat menikmati jalanan sebagai tempat bersosialisasi, berjalan kaki, berolah raga, panggung musik dan sebagainya.
Keberhasilan CFD di beberapa negara ditindaklanjuti dengan semakin gencarnya pengurangan kendaraan bermotor pribadi dan diimbangi dengan peningkatan sarana angkutan umum massal dan pembangunan pedestrian.
Pada September ini, CFD kemudian menjadi acara tahunan dan dilakukan diberbagai belahan negara lain di dunia.
Dalam aksi kampanye ini juga dibagikan masker dan selebaran tentang pentingnya udara bersih di Bundaran HI. Dalam selebaran tersebut mengingatkan penduduk Jakarta bahwa pencemaran udara telah melampaui baku mutu.
Tuhan 2002 warga Jakarta hanya menikmati udara sehat selama 22 hari. Penyebab kotor udara adalah kendaraan bermotor yang mengeluarkan asap dan gas buang yang berbahaya bagi kesehatan. Akibatnya adalah penurunan IQ, pusing, tekanan darah, mata perih, batuk-batuk, gangguan jantung, asma, kanker, paru-paru, menggangu fungsi ginjal dan mengurangi fungsi reproduksi.
Pada tahun 1998 menyebutkan akibat polusi di Kota Jakarta telah merugikan warganya yang mengakibatkan tingginya biaya kesehatan sebesar Rp 1,5 triliun akibat polusi udara.
Muhamad Fasabeni - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|