Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bogor

Aksi Tolak BAC Diwarnai Baku Hantam
Rabu, 25 Agustus 2004 | 18:47 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Unjuk rasa menolak pembangunan Bogor Agribusiness Center (BAC) yang dilakukan sekitar 200 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pertanian Bogor (IPB), di gedung rektorat kampus IPB Darmaga, Bogor, diwarnai baku hantam antara pengunjuk rasa dengan mahasiswa anggota Forum Mahasiswa Independen IPB yang mendukung pembangunan BAC.

Perkelahian tidak berlangsung lama karena beberapa dosen dan mahasiswa langsung melerai kejadian yang memalukan civitas akademika IPB tersebut.

Semula aksi yang dilakukan mulai pukul 10.00 WIB berlangsung aman. Ratusan mahasiswa dan BEM IPB bergantian melakukan orasi menentang pembangunan BAC, karena dianggap menyimpang dari pendidikan.

Sekitar pukul 11.00 WIB mahasiswa yang belum ditemui pejabat rektorat mulai merengsek ke pintu utama gedung rektorat. Mahasiswa berhasil mendorong sekitar 20 satpam yang membuat pagar betis. Meskipun sudah sampai pintu rektorat, tetapi mahasiswa tidak mencoba mendobrak pintu yang tertutup kecuali mengandengan tangan, sedangkan puluhan mahasiswi yang ikut berunjuk rasa membuat pagar betis di tangga gedung rektorat.

Sekitar pukul 11.30 WIB, saat orasi berlangsung, tiba-tiba sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Presidium IPB mencoba bergabung dengan pengunjuk rasa. Karuan saja BEM IPB menolak, apalagi aspirasi yang disampaikan mahasiswa FMI IPB justru mendukung pembangunan BAC.

Perang mulut dan saling mengolok-olok dimulai. Mahasiswa dari FMI-IPB terus memancing keributan, beberapa kali terlihat mendorong mahasiswa anti-BAC. Mereka langsung meneriaki para penyusup. “Hati-hat, hati-hati provokasi,” secara berulang-ulang sambil merapatkan barisan. Hal ini membuat mahasiswa FMI-IPB terlihat emosi.

Ketika koordinator lapangan unjuk rasa mulai mempersilakan mahasiswa melakukan happening art sambil membakar ban, Presiden BEM IPB Eka Setiawan dan beberapa ketua BEM fakultas langsung didatangi kelompok FMI IPB, mereka saling dorong-mendorong dan akhirnya terlibat baku hantam.

Beruntung mahasiswa lain, satpam dan dosen segera merelai perkelahian ini. Terlihat Wakil Rektor III IPB, Yusuf Sudohadi bersama para dosen melerai perkelahian ini.

Menurut Presiden BEM, Eka Setiawan, aksi penolakan pembangunan BAC sudah dilakukan berkali-kali, dan mereka murni menyuarakan hati nurani mahasiswa yang melihat proses pembangunan BAC tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, ia menilai mahasiwa yang mendukung BAC wajar saja, tetapi mereka baru kali ini mulai menyampaikan aspirasi mendukung pembangunan BAC.

“Ini wajar saja dalam perjuangan mahasiswa, ada yang pro dan ada yang kontra, anda bisa menilai sendiri,” kata Eka singkat.

Sedangkan Fauzan, dari FMI-IPB, mengaku kelompoknya sangat mendukung pembangunan BAC. Ia dan kelompoknya tidak takut disebut kelompok pendukung Rektor dan BAC. “Saya atas nama mahasiswa mendukung Rektor Mattjik dan BAC, tetapi kami bukan satu golongan tertentu yang punya kepentingan di sini,” ujar Fauzan.

Ditempat terpisah Rektor IPB, Prof Dr Acmad Ansori Matjjik, membantah jika aksi yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Presidium Forum Mahasiswa Independen IPB dibiayai untuk membuat unjuk rasa tandingan, meskipun dalam pernyataan sikapnya FMI IPB jelas-jelas mendukung Rektor dan pembangunan BAC.

“Tidak benar saya membiayai forum mahasiswa. Saya saja tadi tidak melihat siapa orangnya,” kata Matjjik, ketika ditanya wartawan usai menghadiri acara pelantikan Sekretaris Daerah Kota Bogor yang baru.

Mengenai aksi yang dilakukan oleh BEM IPB, Matjjik menilai karena BEM IPB tidak mengetahui tentang pembangunan proyek BAC dan tujuannya untuk apa. “Seharusnya BEM lebih mengerti dan bijaksana dalam menyikapi hal ini. Proyek BAC akan tetap berjalan, karena semua proses perizinan telah ditempuh, termasuk peruntukan telah diubah,” lanjut Matjjik.

Deffan Purnama - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hercules dan Forkabi Datangi Kantor Majalah Matra
Aksi Tolak BAC Diwarnai Perkelahian
Tukang Becak dan Petugas Trantib Bentrok Lagi
Mendiknas Meminta BAC Ditinjau Kembali
Demonstrasi Tukang Becak Berakhir Rusuh
GPI Tuntut Pembatalan Anggaran Biaya Tambahan
Ribuan Anggota FPI Rayakan Milad Ke-6
Mahasiswa Tolak RUU TNI
AAM Berunjuk Rasa Tolak RUU TNI
Gedung DPRD Buleleng Diblokir Polisi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data