Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Karya Medika Salahkan Keluarga Fellina
Jum'at, 20 Agustus 2004 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi:Rumah Sakit (RS) Medika Cibitung membantah melakukan tindakan malpraktek terhadap bocah bernama Fellina Azzahra, 16 bulan. Rumah sakit menganggap keluarga pasien tidak menuruti saran yang dianjurkan. Selain itu, makin parahnya kondisi pasca operasi sehingga usus bocor karena keluarganya tidak rutin memeriksakan ke RS.

Dokter Ottman yang menangani Fellina tetap bersikukuh tindakan penanganan terhadap pasien sudah benar. Operasi yang dilakukan pada (11/1) sekitar pukul 01.00 wib ketika pasien dalam keadaan darurat. "Dilakukan empat jam setelah pasien masuk," kata dr. Ottman Nasution.

Ottman menjelaskan Fellina dioperasi karena ususnya mengalami pembusukan. Diakui dr. Ottman, saat tindakan operasi, kondisi Fellina kurang sehat. Karena kondisi darurat, medis memutuskan tetap mengoperasi. "Saat itu, kondisi tubuhnya kurang sehat. Kenapa berat badannya cuma 6 kilo untuk bayi sembilan bulan," ungkap Ottman.

Operasi dinyatakan berhasil, beberapa sentimeter ususnya dibuang. Setelah dioperasi dan dijahit, keluarga itu sempat dirawat di RS. Pada 31/1, pasangan suami istri Iwan Pahriwan, 36 tahun dan Masriyah, 30 tahun memutuskan untuk pulang ke rumah karena sudah tidak memiliki biaya untuk bertahan di rumah sakit.

Dokter Ottman menegaskan, persoalannya sebenarnya bukan kesulitan biaya. Rumah sakit menyalahkan keluarga Fellina yang tidak secara rutin seminggu sekali datang ke rumah sakit. "Ini bukan masalah uang. Saya anjurkan dia datang setiap minggu. Kalau enggak bayar enggak apa-apa kok," kata dia. Rumah sakit mengakui memang waktu itu mengenakan uang Rp 12 juta ke keluarga Fellina untuk biaya operasi dan perawatan.

Mengenai luka sulit sembuh, kata Ottman, kategori Fellina termasuk operasi kotor. "Ada usus yang mati dan harus dipotong dari dalam perut," kata dia.

Fellina, kata Ottman, termasuk kekurangan cairan dan gizi dalam tubuh (malnutrisi). "Ini memang kasus yang berat, yang akan datang, kalau dia akan dioperasi lagi, perlu waktu perawatan tiga sampai empat minggu. Satu minggu sendiri untuk persiapan dan perbaikan keadaan gizinya," kata Ottman.

Setelah kasus dugaan malpraktek itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya, rumah sakit siap menghadapinya. Rumah sakit juga akan bertanggung jawab terhadap Fellina.

Siswanto ? Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Fellina Dirawat Di RSCM
Kuasa Hukum Karya Medika: Kasus Fellina Belum Bisa Disimpulkan Malpraktek
Dokter RS Karya Medika Cibitung Dilaporkan ke Polisi
Diare Tewaskan Dua Warga di Jambi
Pemda Lebak Bangun Tujuh Posko Campak
Balita Terserang Campak, Dua Meninggal
Keamanan Pangan Industri Rumah Tangga, Masih Rendah
Diare Mewabah di Kota Jambi
Dokter Akan Adukan Kasus Malpraktek
Siska Tewas Setelah Ditolak RS Ananda
> selengkapnya...


Referensi

Baku Tuding Malapraktek
Trend CDR dan SR TB Paru (1997-2003)
Program Penanggulangan TB Indonesia
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
PP RI No.25 Thn. 1980 Tentang Perubahan Atas PP No.26 Thn.1965 Tentang Apotik
PP RI No.72 Thn.1998 Tentang Pengamanan Sediaan Farmasi Dan Alat Kesehatan
> selengkapnya...

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data