Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Timur

Jakarta Timur Alokasikan Rp 3,3 Miliar Untuk Pembebasan Lahan BKT
Jum'at, 20 Agustus 2004 | 13:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pada tahun 2004, Pemerintah Kota Madya Jakarta Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3.317.802.500 untuk pembebasan lahan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) seluas 10.975 meter persegi di Kelurahan Cakung Timur.

Hal itu disampaikan Paimin Napitupulu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur kepada Tempo News Room, Jumat (20/8).

Paimin menjelaskan bahwa anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk proyek BKT ini seluruhnya digunakan untuk membiayai atau membayar ganti rugi pembebasan lahan warga, sementara yang berkenaan dengan fisik merupakan tanggung jawab dari Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil).

Dari anggaran yang disediakan pemerintah sejak 2002 hingga Agustus 2004, telah digunakan sebesar Rp 74.626.549.870 untuk pembebasan lahan seluas 193.859 meter persegi, dengan rincian tahun 2002 tanah yang telah dibebaskan total 11.200 meter persegi dengan biaya Rp 6.652.472.800, tahun 2003 total tanah yang dibebaskan 171.684 meter persegi dengan biaya Rp 64.656.274.570.

Pembebasan lahan wilayah Jakarta Timur hingga saat ini dirasakan Paimin masih sangat sulit. Dari total tanah yang harus dibebaskan 1.833.184 meter persegi, yang berhasil dibebaskan baru 193.859 meter persegi atau 10,56 persen.

Masih sulitnya pembebasan lahan warga, menurut Paimin, disebabkan adanya warga yang meminta harga di atas pasar atau Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). "Kelurahan Cakung Timur sangat sulit untuk proses pembebasan lahan. Mereka masih meminta harga di atas pasar," katanya.

Untuk tahun 2004 ini, upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam pembebasan lahan proyek BKT di antaranya melakukan inventarisasi. Inventarisaasi itu telah dilakukan di beberapa wilayah seperti Kelurahan Pulo Gebang, Pondok Kopi, Malaka Jaya, Malaka Sari, Pondok Kelapa, Pondok Bambu dan Kelurahan Cipinang Besar Selatan.

Suryani Ika Sari - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengurus SMPN 56 Minta Dukungan PBNU
Penunjukkan Tim Pembanding yang Menilai Kekuatan Bangunan Pasar Tanah Abang, Belum Final.
Proyek Banjir Kanal Timur Akan Mengurangi Genangan Air di Jakarta
Pedagang Tanah Abang Bertemu
Perumahan Kalisari Pasar Rebo Akan Ditertibkan Lagi
Pelabuhan Terpadu Internasional Dibangun di Ancol
Korban Kebakaran Tanah Abang Tolak Rencana Rusun
Sutyoso Divonis Minta Maaf Kepada AJI
Api Melalap 1.000 Rumah di Kebon Melati
Persiapan Lahan Terminal Pulogebang Sudah Final
> selengkapnya...


Referensi

Upah Minimum
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
UU RI No. 34 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara RI Jakarta
> selengkapnya...

Website

Info Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data