Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Kekurangan Siswa dan Pengajar, 33 SD Dimerger
Rabu, 21 Juli 2004 | 17:32 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Dinas pendidikan Kabupaten Tangerang mengungkapkan kekurangan jumlah murid dan tenaga pengajar. Maka dari itu, Pemerintah daerah melakukan kebijakan dengan memerger (menggabungkan) siswa dengan sekolah lain.

Berdasarkan data dinas pendidikan setempat, saat
ini, sekitar 33 sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten
Tangerang telah dimerger dengan sekolah lainnya. "program merger ini, telah mulai diterapkan sejak 1999 lalu. Kemungkinan besar, kebijakan ini akan terus dilakukan," Kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadang Saiful Kepada Tempo News Room, Selasa (20/7).

Biasanya, kata Dadang, program merger ini dilakukan kalau
satu sekolah itu jumlahnya kurang dari 100 siswa dan
berada dalam satu kompleks. Menurut dia, progam merger
merupakan hasil kesepakatan antara pihak sekolah dengan
masyarakat. Dinas Pendidikan, sambung dia, hanya sebatas
memberi izin atas usulan tersebut.

Dadang memaparkan program merger tersebut terjadi
pada SD Inpres yang dibangun secara massal pada kurun
waktu 1974 dan 1983. Awalnya, bangunan SD Inpres tersebut
jumlahnya mencapai 1.000 unit. Namun, akibat kurangnya
tenaga pengajar dan minimnya jumlah siswa, sekitar 33 SD yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang,
akhirnya terpaksa dilebur.

Menurut dia, program merger SD itu bisa mempermudah
penempatan kepala sekolah yang saat ini jumlahnya masih
terbatas.

Sehingga, kata dia, tidak menutup kemungkinan
sekolah yang memiliki murid yang banyak pun bisa dimerger. Program merger yang dilakukan SD yang berada dalam satu kompleks juga akan mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan pemerintah.

Joniansyah - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Guru SMP 56 Tersangka Pemalsuan Dokumen
Pengurus SMPN 56 akan Berunjuk Rasa di Polda Metro Jaya
Belasan Ribu Lulusan SD Tidak Melanjutkan Pendidikan
Pemda Tangerang Anggarkan Rp.70 Miliar Rehabilitasi SD Rusak
Anggaran Pendidikan Wajib Belajar 2005 Rp 5,8 Triliun
Indonesia Gagas Olimpiade Junior Internasional
SMA DKI Kekurangan 2.388 Murid
Jumlah Peserta SPMB Menurun
Rektor Undip: Diknas Terkorup Setelah Depag
Kejaksaan Bongkar Kasus Penggelembungan Gaji Guru
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data