|
Jakarta
ITMW Minta PD Pasar Jaya Transparan
Senin, 28 Juni 2004 | 20:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga pemberdayaan pasar tradisional Indonesian Traditional Market Watch (ITMW) meminta PD Pasar Jaya melakukan transparansi dalam pengelolaan manajemen seluruh pasar di Jakarta.
Pengelolaan PD Pasar Jaya dinilai ITMW tidak bagus sehingga merugikan pedagang dengan dinaikkannya tarif retribusi sampai sekitar 70-100 persen hingga tahun 2008.
Menurut Ketua Pusat Koperasi Pasar DKI Jakarta Hawirman yang tutur hadir dalam pertemuan antara perwakilan pengurus koperasi pasar se-DKI Jakarta dengan direksi PD Pasar Jaya dan Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (28/6), transparansi yang diharapkan dari PD Pasar Jaya berupa pemberitahuan sejumlah pendapatan dan pembiayaan setiap pasar yang ada di Jakarta secara mendetail.
“Agar kami tahu bagaimana kondisi PD Pasar Jaya sebenarnya sehingga perlu menaikkan tarif 100 persen dengan alasan kondisi keuangannya dalam keadaan terpuruk,” kata Hawirman.
Sampai saat ini, kata Hawirman, pihaknya masih belum menyetujui pemberlakukan SK Gubernur DKI Jakarta No.939/2004 tanggal 21 April 2004 tentang penyesuaian tarif pengelolaan pasar di pasar-pasar perusahaan PD Pasar Jaya sebelum dicapai kesepakatan antara para pedagang di pasar-pasar di Jakarta dengan PD Pasar Jaya.
Ia mengatakan, pertemuan yang akan membahas kesepakatan yang akan diambil itu akan dilangsungkan minggu ini. “Jadi sampai sebelum dicapai kesepakatan tentang berapa tarif yang akan naik, kami akan terus menjalankan tarif lama,” katanya. Kenaikan tarif yang dimaksud adalah pada tahun 2005 naik sebesar 80 persen, tahun 2006 naik 90 persen, 2007 naik 95 persen, dan 2008 naik 100 persen.
Ketua Koperasi Pasar Slipi Damiri Binton sampai saat ini mengatakan belum membayar kenaikan tarif yang diklaim oleh PD Pasar Jaya. “Kami tetap tidak mau membayar karena ini sangat memberatkan,” katanya.
Damiri mencontohkan, tarif lama yang harus dibayar oleh dirinya Rp 250 ribu per bulan, sedangkan tarif baru Rp 50 ribu per hari. “Hitung sendiri itu naiknya berapa persen,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Edi Suhardi, pedagang Pasar Cempaka Putih yang mengatakan bahwa pihaknya saat ini harus membayar sewa 400 meter persegi, padahal sebelumnya pembayaran per kios. “Dulu per kios Rp 1.500 per hari, sekarang Rp 1.500 per meter,” katanya. Hingga saat ini mereka berharap pihak PD Pasar Jaya dan pemerintah DKI Jakarta bersedia meninjau SK ini.
Putri Alfarini - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|