|
Jakarta
Dalam Sehari, Penderita Demam Berdarah Bertambah 95 Orang
24 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penderita demam berdarah di Jakarta mengalami peningkatan sebanyak 95 orang hanya dalam jangka waktu satu hari. Hingga siang kemarin, jumlah penderita di wilayah Jakarta tercatat sebanyak 4.186 orang. Padahal sehari sebelumnya, jumlah penderita hanya tercatat sebanyak 4091 orang.
Menurut Kepala Humas Dinas Kesehatan DKI Jakarta Zelvino, jumlah korban meninggal akibat penyakit yang disebabkan nyamuk ini tidak mengalami perubahan. “Laporan terakhir masih seperti kemarin (Minggu), yakni korban meninggal sudah 47 orang,” kata Zelvino kepada Tempo News Room kemarin. Angka korban ini mengalami peningkatan drastis jika dibandingkan Jumat (21/2) yang hanya 38 orang.
Zelvino juga mengatakan, pasien yang dirawat di berbagai rumah sakit mencapai 1.760 orang. Rumah sakit yang menampung pasien demam berdarah ini antara lain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Rumah Sakit (RS) Budi Asih, RS Cengkarang, dan RS Koja. “Kami hari ini (kemarin) baru menerima laporan dari RS Koja yang merawat sebanyak 22 orang pasien, dan RS Cengkareng berjumlah 30 orang,” kata wanita yang akrab dipanggil Evi ini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Evi, saat ini masih memberikan instruksi kepada rumah sakit untuk memberikan prioritas kepada pasien demam berdarah. Selain itu, untuk mengantisipasi adanya peningkatan penderita, pemerintah juga telah memberikan penyuluhan di RW-RW yang rawan.
Beberapa daerah rawan itu, antara lain Kemayoran dan Tanah Abang untuk Jakarta Pusat, Koja dan Tanjung Priok untuk Jakarta Utara, Pasar Minggu dan Kebayoran Lama untuk Jakarta Selatan, Kebon Jeruk dan Pal Merah untuk Jakarta Barat, dan Kramat Djati dan Pulogadung untuk Jakarta Timur.
Banyaknya pasien demam berdarah, hingga kemarin membuat sibuk berbagai rumah sakit di Jakarta. Dari pantauan Tempo News Room di RSUD Budi Asih, Jakarta Timur, seluruh ruang rawat inap yang tersedia dipenuhi pasien yang sebagian besar di antaranya anak-anak. Sementara itu, di ruang unit gawat darurat (UGD) pasien baru yang terkena penyakit demam berdarah ini terus berdatangan.
Bahkan, kondisi beberapa di antara pasien yang masuk ruangan UGD cukup parah. Ini ditandai dengan keluarnya darah dari hidung pasien. Banyaknya jumlah pasien cukup merepotkan petugas rumah sakit. “Pasien yang baru terus bertambah sementara ruangnya penuh,” ujar Yuli, salah seorang petugas informasi.
Tidak hanya di Jakarta, Rumah Sakit Umum Tangerang selama tiga hari sejak Kamis (19/2) hingga Minggu (22/2) juga dibanjiri penderita demam berdarah. Data di rumah sakit itu menunjukkan sudah 32 orang dewasa terdaftar sebagai pasien positif terkena penyakit itu.
Berdasarkan pengamatan Tempo News Room Senin (23/2), di RSUD Tangerang, terutama di bangsal UGD dipenuhi para penderita. Bahkan dengan banyak terpakainya ruangan untuk para penderita demam berdarah, penderita penyakit lainnya harus rela antre di ruang tunggu.
Meski begitu, menurut Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Tangerang Bambang Wisnubroto, pihaknya akan tetap menerima pasien demam berdarah. "Kami akan berupaya semaksimal mungkin dan kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan demam berdarah," kata Bambang.
Dalam catatan Koran Tempo sebanyak 123 orang di wilayah Kabupaten Tangerang sudah positif terkena demam berdarah. Dari jumlah itu tiga di antaranya anak-anak telah meninggal dunia. Salah satunya Darrel Muhammad Fauzi, 7 tahun, dari Pondok Aren.
Menanggapi maraknya kasus demam berdarah yang menyerang warganya, Bupati Tangerang Ismet Iskandar juga sudah memberikan instruksi supaya RSUD Tangerang siap menerima pasien. Jika fasilitas tidak memenuhi, kata dia, "Bisa digunakan lorong-lorong untuk menampung pasien."
Ayu Cipta/Purwanto/Nunuy - Tempo News Room
|