|
Jakarta Utara
Ketinggian Air di Beberapa Wilayah Jakarta Utara Meningkat
20 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Genangan dan banjir masih menerpa sejumlah wilayah di Jakarta Utara. Meski di sebagian wilayah dilaporkan air telah surut, sejumlah wilayah lain justru dilaporkan mengalami peningkatan ketinggian air.
Wilayah yang mengalami peningkatan ketinggian air, di antaranya Kamal Muara sampai ketinggian 60 sentimeter, di Pejagalan 50 sentimeter, demikian juga di daerah Rawa Badak terutama Kampung Beting, Kampung Sungai Bedog, dan Semper Barat, ketinggian air juga meningkat dari hari sebelumnya. Bahkan di Kapuk Muara, terutama di kawasan Jalan Poglar ketinggian air mencapai 1 meter.
Ratusan warga, terutama warga RW 04 Tugu Selatan dan warga RW 012 Semper Barat, masih mengungsi. Di Tugu Selatan sekitar 32 kepala keluarga atau 138 jiwa mengungsi di Stasiun Tugu. Sedangkan warga Semper Barat sekitar 30 kepala keluarga masih mengungsi ke Masjid Hayatul Akbar. Ratusan rumah terutama di wilayah Kecamatan Cilincing masih terendam.
Data di Posko Banjir Pemda Jakarta Utara menyebutkan di wilayah Semper Timur, terutama di Kompleks TNI AD Dewa Kembar 140 rumah terendam, di Kampung Rawa Malang 382 rumah terendam, di Sukapura 485 rumah terendam dan 3 kepala keluarga terpaksa diungsikan. Sementara di Kali Baru sekitar 900 rumah yang dihuni 2.690 jiwa juga terendam.
Selain itu juga dilaporkan di daerah Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, tujuh pompa penyedot air mengalami kerusakan. Akibatnya permukiman di lokasi tersebut tergenang hingga ketinggian 120 sentimeter.
10 RW di Pejagalan ketinggian airnya mencapai 120 sentimeter, yaitu di RW 06 hingga RW 14, sedangkan di RW 15 ketinggian air mencapai 75 cm. Kondisi itu diperparah dengan jebolnya tanggul Kali Cagak di RW 13 sepanjang 5 meter dengan ketinggian 1 meter. Hingga sore tadi masyarakat setempat berupaya menanggulanginya. Sementara itu Kali Banjir Kanal juga dilaporkan kondisinya kritis dan nyaris jebol.
Genangan air juga masih terjadi di ruas Jalan Yos Sudarso dan sekitar kawasan Kelapa Gading. Arus lalu lintas di jalan tersebut tersendat.
Menurut Sekretaris Satkorlak Pemda Jakarta Utara, hingga saat ini belum ada lagi permintaan tenda atau dapur umum. Bahkan tenda yang akan digelar di Masjid Hayatul Akbar untuk menampung para pengungsi dari RW 012 Semper Barat, ditolak pihak masjid setempat, dan tenda dari Bintal Kesos tersebut dikembalikan.
Ramidi - Tempo News Room
|