Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Dua Mahasiswa Diperiksa Terkait Bentrokan di MA
18 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua orang mahasiswa Universitas Indonesia, Febby Dwi Rahmadi dan Belila, diperiksa sebagai saksi di ruang Keamanan Negara Reserse Kriminal dan Umum Polda Metro Jaya, Rabu (18/2), sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka dipanggil sebagai saksi karena sudah ada lima orang polisi yang dinyatakan terbukti melakukan pemukulan saat bentrok di gedung Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu.

“Polisi minta siapapun mahasiswa yang merasa jadi korban untuk datang sebagai saksi. Kami dipanggil lewat telepon kemarin,” kata Ketua BEM UI Ahmad Nurhidayat yang mendampingi kedua mahasiswa tersebut.

Kemarin, juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Prasetyo mengatakan sudah ada 22 aparat kepolisian dari Brimob, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Pusat yang diperiksa berkenaan dengan bentrokan aparat-mahasiswa di gedung MA saat pembacaan kasasi Akbar Tandjung. Lima di antaranya sudah terbukti melakukan pemukulan.

Selain dua mahasiswa tersebut di atas, kata Ahmad, dijadwalkan tiga orang saksi akan diperiksa lagi siang. “Kemungkinan saksi-saksi yang akan dipanggil bisa bertambah banyak lagi,” katanya. Dia berharap polisi serius dalam menangani kasus ini.

“Mereka mengatakan sudah ada delapan orang tersangka. Tapi kami belum tahu nama-namanya, padahal kami berharap mengetahui nama-nama tersangka itu,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan, bahwa sejauh ini pihak mahasiswa menolak bantuan biaya yang ditawarkan dari kepolisian. Biaya perawatan mahasiswa diperoleh dari pihak rektorat, para orangtua korban, dan sumbangan yang dikumpulkan di kampus masing-masing. “Kami tidak ingin mereka memukul terus membayar. Kami ingin ini diproses secara hukum,” katanya.

Menurutnya, pihak mahasiswa juga sudah melaporkan kasus pelanggaran HAM ini kepada Komnas HAM. “Tapi, sampai saat ini belum ada tanggapan dari Komnas HAM,” katanya.

Putri Alfarini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Warga Palu Bentrok dengan Polisi
Bentrok Massa Di Belitung
Kontras Laporkan Penembakan di Bulukumba ke Kapolri
Unjuk Rasa Hari Tani Diwarnai Bentrok
Mahasiswa Bentrok dengan Aparat di Salemba

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data