Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Tangerang Segera Bangun Fly Over Ciputat dan Balaraja
13 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Tangerang:Untuk mengurangi kemacetan di Ciputat dan Balaraja, Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam waktu dekat ini akan merealisasikan pembanguan fly over (jalan layang) di dua wilayah itu.

Bupati Tangerang Ismet Iskandar, yang ditemui di sela-sela acara "Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan" di Cisauk, Kamis (12/2), menyatakan pihaknya sudah menyediakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 29 milyar untuk pembangunan jembatan layang itu. Bahkan untuk menyokong dana, investor dari Jepang juga akan turut andil.

"Kami sudah siapkan dana, tetapi jika ada kucuran dana
dari Provinsi Banten, maka alokasi dana yang sudah ada
itu bisa dialihfungsikan untuk perbaikan sarana sekolah
dan pendidikan serta bidang lain seperti kesehatan,
kata Ismet.

Secara blak-blakan Ismet mengutarakan kekecewaannya
berkaitan dengan pelitnya Provinsi Banten dalam menyokong dana untuk wilayah tingkat dua. "Wajah Provinsi Banten itu bisa dilihat dari Tangerang," kata Ismet.

"Sudah selayaknya Kabupaten Tangerang sebagai penyumbang
kontribusi pajak senilai Rp 400 milyar itu juga mendapatkan kompensasi yang layak," ujarnya.

Dana yang dimaksud Ismet itu di luar dana segar (fresh money) yang belakangan mencuat karena pembagiannya pun kecil. Untuk jalan, misalnya, Ismet menyebut Jalan Raya Serpong itu adalah jalan raya provinsi, tetapi justru ketika rusak, yang dibebani adalah pemerintah daerah setempat.

Bahkan dalam rangka pergeseran median jalan di Jalan
Raya Serpong, Kabupaten Tangerang punya andil dalam
pembebasan lahan warga senilai Rp 8 milyar. Tetapi
lagi-lagi, kata Ismet, ketika jalan itu digarap oleh
pemborong yang ditunjuk provinsi, kualitas jalannya
tidak bagus, beberapa bulan saja langsung hancur. Itu
bisa dilihat di Jalan MH Thamrin, depan pol AJA.

Di sisi lain , Ismet juga mengatakan selain jalan layang
di Ciputat dan Balaraja, pembangunan jalan lingkar
selatan (Cisauk-Serpong-Tigaraksa) juga mendesak untuk
segera direalisasikan. Alasannya cukup signifikan dengan
kepentingan masyarakat di wilayah selatan agar mudah
berhubungan dengan ibukota Tigaraksa. "Jalan lingkar itu
akan memudahkan masyarakat ke Tigaraksa sehingga biaya
ringan dan mengurangi kemacetan," kata Ismet.

Akses jalan lain yang akan menjadi alternatif masyarakat, yakni Pemkab akan membangun jalan tol Serpong-Balaraja. Itu dilakukan berdasarkan pertimbangan jalan tol Jakarta-Tangerang yang terdapat titik rawan kemacetan.

"Meskipun sekarang ada tol Karang Tengah, toh tidak
mengurangi kemacetan. Volume kendaraan tetap meningkat.
Tujuannya ada tol, supaya lebih cepat, meski harus bayar
mahal. Tapi pelaksanaannya tetap macet."

Dengan adanya tol Serpong-Balarja nantinya warga yang
dari Balaraja bisa masuk tol Ulujami dan bisa langsung
menuju Bogor. Ini akan memperpendek jarak tempuh.
Pembangunan jalan lingkar selatan itu, kata Ismet, juga
akan dimulai tahun ini dengan ancangan biaya Rp 90 milyar.

Dalam catatan Tempo, Pemkot Tangerang ketika masih dipimpin mantan Wali Kota Thamrin juga pernah membahas pentingnya jalan tol antar wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek).

Dalam rapat bersama antar masing-masing kepala daerah
itu dibahas soal kesiapan lahan untuk pembangunan tol
itu. Untuk Kota Tangerang waktu itu sudah ada tiga
pengembang yang siap menyumbangkan fasos/fasumnya,
yakni Modern Land, Banjar Wijaya, dan Taman Royal.

Sementara itu, yang saat itu termasuk agenda
pembahasan dan kini sudah teralisaikan adalah jalan
Marsekal Surya Darma. Dalam perkembangannya jalan itu merupakan jalan utama menuju bandara dari arah Tangerang, dan nantinya akan menjadi jalan menuju tol.

Ayu Cipta - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data