|
Tangerang
Tangerang Akan Bangun Pembangkit Listrik dari Sampah
22 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Tangerang:Pembangkit tenaga listrik dari sampah rencananya akan dibangun di Tangerang. Teknologi tepat guna itu ditawarkan perusahaan swasta dari Australia dengan investasi senilai US$ 125 juta. Pola pengolahan sampah ini sudah diterapkan di Prancis dan Vietnam.
Wakil Wali Kota Tangerang Dedy Syafei Rabu (21/1) menyatakan Pemerintah Kota Tangerang masih dalam taraf penjajakan dengan Australia. "Kita diminta menyediakan lahan, mereka sudah ekspos dan menawarkan proyek kerjasama untuk pengolahan sampah," ujar Dedi.
Pada prinsipnya, kata Dedi, Pemkot menyambut positif tawaran itu tetapi akan melihat pengajuan proposal dari pihak perusahaan 'Negeri Kanguru' yang namanya tidak disebut itu.
Menurut Dedi, saat ini perusahaan Australia itu juga sudah menanamkan modal asingnya di wilayah lain dengan persentase 95 persen modal asing dan 5 persen modal pengusaha Indonesia.
"Untuk pendanaan, mesin, dan tenaga ahli disediakan oleh mereka, sedangkan lahan perusahaan dan bahan baku, mereka minta disediakan oleh kita, dengan asumsi penyediaan modal 75 persen mereka dan 35 persen kita," jelas Deddy.
Adapun mesin yang digunakan untuk pengolahan sampah ini berasal dari Australia. Dengan teknologi modern, mesin tersebut mampu menjadikan sampah-sampah, baik organik maupun non organik, menjadi tenaga listrik yang menyuplai kebutuhan listrik seluruh Kota Tangerang.
Selain itu, dari hasil pengolahan akhir mesin ini akan mengubah sampah menjadi debu yang bisa digunakan untuk bahan perekat beton, sebagai bahan pengganti semen. Menurut informasinya, salah satu yang menjadi kelebihan dari mesin sampah modern ini, dalam proses pengolahan tidak mengeluarkan limbah.
"Jika nanti rencana ini jadi, mereka meminta kita untuk menyediakan sampah sebanyak 900 ton per hari guna pemenuhan kebutuhan produksi mereka," kata Deddy.
Selain di Kota Tangerang, tambah Deddy, perusahaan tersebut tengah menjajaki kerjasama dengan daerah lain, yaitu Provinsi Bali dan Kota Batam.
Proses pembuatan tenaga listrik sampah itu dilakukan dengan cara sampah organik dan non organik itu dibakar dengan mesin lalu timbul uap yang difungsikan untuk tenaga listrik. Sedangkan ampasnya menghasilkan debu untuk semen perekat beton.
Pengamatan Tempo News Room di wilayah Kota Tangerang terlihat banyak sampah bertebaran. Sebut saja di Pasar Cikokol, sampah sayur-mayur dari pedagang terlihat menumpuk. Tebaran sampah terlihat hingga di areal hutan kota dan badan jalan. Dalam radius 200 meter bau sampah ini masih menyengat.
Jika proyek itu bisa dilakukan, maka tentu sampah-sampah tersebut akan menjadi sumbangan berharga bagi pembangkit listrik tenaga sampah.
Ayu Cipta - Tempo News Room
|