Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pengelola Khawatirkan Manipulasi Tiket Busway
21 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Pengelola Trans Jakarta mengkhawatirkan terjadinya manipulasi penggunaan tiket terusan bus pengumpan (feeder). Irzal Djamal, ketua BP Trans Jakarta mengatakan, manipulasi tiket bisa dilakukan penumpang bus feeder, tapi tidak menggunakan busway.

Tiket bus pengumpan terdiri atas dua potongan. Satu potongan untuk operator bus pengumpan dan satu lagi untuk busway. Tiket bus feeder AC, Rp 3.800, yang Rp 3.300 untuk operator bus dan sisanya untuk tiket busway. Masalahnya, menurut dia, bila potongan tiket busway tidak digunakan semestinya. "Potongan Rp 500 bisa dijual Rp 1000 ke orang lain oleh penumpang itu. Saya rugi," katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu (21/1).

Pihaknya sendiri masih memikirkan penyalahgunaan tiket tersebut.

Lebih jauh Irzal menjelaskan, hingga kini sudah ada 220 armada untuk bus pengumpan yang diseleksi. BP Trans Jakarta sendiri telah menandatangani kerjasama dengan lima operator besar Jumat lalu. Lima operator untuk bus pengumpan itu antara lain, Mayasari Bakti, Bianglala, Steady Safe, PPD dan Pahala Kencana. "Kita pilih bus mereka yang terbaik di trayeknya," katanya ketika ditanya mengenai kriteria pemilihan tersebut.

Namun menurut Irzal, kerjasama bus feeder itu belum tuntas. Ia mengaku, pihaknya mengalami kesulitan untuk memilih dan bekerjasama bagi operator bus-bus kecil seperti Metromini dan Kopaja. "Susahnya karena operator Minibus pemiliknya pribadi," katanya.

Edy Can - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Delapan Bus Busway Rusak
Perusahaan Otobus dan Pemilik Kios Dirugikan Busway
Sutiyoso: Sopir Busway yang Mogok, Silakan Keluar
Sutiyoso: Hari Ini Feeder Harus Sudah Beroperasi
Seorang Tuna Netra Kesulitan Naik Tangga Halte Busway

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data