|
Bekasi
TNI AD Usut Isu Bupati Bekasi Terlibat GAM
18 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Bekasi: Intelijen TNI AD kini tengah mengusut siapa-siapa penyebar isu Bupati Bekasi, Saleh Manaf, terlibat GAM. Hal ini disampaikan Dandim 0507 BS, Letkol Inf Benny S, Minggu (19/01). Benny mengaku mendapat perintah dari Kasad TNI untuk menyelesaikan masalah ini untuk menciptakan situasi yang kondusif.
Untuk kepentingan tersebut, Senin (19/01), pihaknya mengundang ormas Pejuang 45 (salah satu organisasi yang menyebarkan selebaran tersebut) ke markas Kodim 0507 BS Bekasi untuk mengklarifikasi isu tersebut. ?Isu tersebut sudah ada sejak awal pilkada dan sengaja dikembangkan oleh lawan-lawan politik Saleh Manaf. Semakin dekat dengan pelantikan, isu tersebut kian santer," kata Benny.
Isu tak sedap ini kian menghangat setelah Wikanda Darmawijaya, Bupati Bekasi yang kalah dalam pemilihan, belum lama ini melayangkan surat ke Presiden RI dan Kasad TNI, Jendral Ryamizard Ryacudu, yang isinya menuding Saleh Manaf terlibat GAM berdasarkan selebaran yang diperolehnya.
Berdasarkan surat tersebut Kasad TNI memerintahkan mencari data-data tentang keluarga besar Saleh Manaf. Dari data intelijen TNI diperoleh Saleh Manaf sama sekali tidak terlibat GAM. Keluarga besarnya di Meulaboh kebanyakan berprofesi sebagai PNS.
Untuk menetralisir isu tersebut, Dandim mengatakan, petinggi Kodam V Jaya akan turun langsung hari ini (Senin 19/1) untuk menjelaskan kepada publik bertempat di Kodim Bekasi bahwa isu tersebut tidak benar dan hanya rekayasa busuk. "Isu tersebut hanya dilontarkan orang-orang yang hanya siap menang belum siap kalah," tandas Dandim.
Selebaran yang disebarkan sejumlah LSM tersebut menuding Saleh Manaf masih bersaudara dengan Muzakir Manaf, panglima GAM. Selebaran tersebut ditandatangani tokoh aceh, Ghazali Abbas yang juga Wakil Ketua Fraksi Utusan Daerah MPR RI.
Sementara itu, Ghazali Abbas kepada wartawan, Minggu (18/01), mengaku sangat terkejut adanya selebaran Saleh Manaf terlibat GAM yang mengatasnamakan dirinya. "Ini fitnah besar. Saya tidak pernah membuat selebaran semacam itu. Anda boleh lihat di selebaran ini tanda tangan saya dipalsukan," ujar Ghazali sambil menunjukkan tandatangannya yang asli.
Gazali yang juga tokoh Aceh itu menyatakan akan meminta aparat berwajib mengusut oknum di balik fitnah tersebut. Ghazali menjelaskan dirinya sangat dipermalukan karena mengenal baik keluarga Saleh Manaf di Aceh Barat. "Saya tahu persis keluarga Saleh Manaf tidak terkait dengan GAM, Saleh Manaf dikenal masyarakat Aceh banyak membangun dimana dia bertugas, baik semasa di Aceh, Medan dan juga Bekasi. Mana mungkin dia GAM apalagi saudara Muzakir Manaf, ini fitnah yang menyakitkan masyarakat Aceh dan juga saudara-saudara kita setanah air," ujar Ghazali.
Sementara itu, Sofyan A Ghani dan H Bustami, dosen Universitas Syah Kuala, Banda Aceh kepada wartawan juga menyatakan hal sama. "Tidak mungkin seorang GAM bisa menduduki jabatan sebagai PNS, apalagi sampai terpilih sebagai Bupati, bagaimanapun intelijen TNI pasti telah bekerja, filter mereka sangat kuat," ujar Bustami dan Sofyan.
Siswanto - Tempo News Room
|