|
Metro
Sutiyoso: Sopir Busway yang Mogok, Silakan Keluar
16 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, mengatakan bahwa para sopir busway yang mogok pada Kamis (15/1) lalu, sebaiknya keluar saja. "Silakan saja. Kalau tidak suka kita ganti dengan yang lain," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (16/1).
Sutiyoso mengatakan, Pemda DKI telah memikirkan kesejahteraan dari para sopir tersebut. "Saya janji perhatikan mereka," ujarnya. Berdasarkan perbandingan yang telah dilakukan antara sopir busway dan sopir bus biasa, menurut Sutiyoso, sopir busway jauh lebih baik. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi mereka untuk melakukan pemogokan.
Tapi nyatanya pada Kamis lalu sebanyak 30 orang sopir busway melakukan aksi mogok di Pinang Ranti. Mereka menuntut kenaikan gaji. Mereka berpikir bahwa Rp 2 juta yang mereka terima adalah gaji pokok. Tapi ternyata gaji adalah take home pay.
Saat dikonfirmasi kepada Kepala Biro Humas Pemda DKI Jakarta, Muhayat, menyatakan bahwa tidak ada acara mogok-mogokan, yang ada cuma pengarahan yang dilakukan oleh konsorsium yaitu PT Jakarta Ekspres Trans). "Kami masih cek isu tersebut," tambahnya.
Mawar Kusuma - Tempo News Room
|