Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Sutiyoso Bantah Pencemaran Air di Cilincing
16 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyatakan kabar pencemaran air akibat pembuangan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cilincing adalah suatu kebohongan. "Bohong, semua itu bohong," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (16/1).

Menurut Sutiyoso, matinya ikan di sungai-sungai tersebut tidak pernah terjadi. Demikian pula dengan kabar adanya belatung yang masuk ke rumah penduduk dinilai oleh Sutiyoso hanyalah merupakan suatu akal-akalan saja.

"Nggak mungkin belatung bisa masuk rumah, jarak ratusan meter dan nyebrang kali lagi," ujar Sutiyoso. Ia juga menegaskan bahwa penampungan sampah di Cilincing tersebut bersifat sangat sementara.

Sebelumnya dikabarkan bahwa para nelayan di Cilincing mengeluhkan matinya ikan-ikan akibat air sampah yang mengalir ke sungai. Tambak-tambak yang ditaburi ikan gabus dan bandeng dikabarkan tercemar air sampah sehingga ikan banyak yang mati.

Tentang hal tersebut, para nelayan sudah mengajukan protes ke Wali Kota Jakarta Utara. Namun hingga saat ini belum ada respon dan tindakan untuk mengatasi pencemaran. Rencananya dalam waktu dekat ini mereka akan kembali melakukan unjuk rasa.

Menurut Kepala Biro Humas DKI Jakarta, Muhayat, masih perlu dilakukan pengecekan tentang kebenaran berita tersebut. Dia menyatakan bahwa Wali Kota Jakarta Utara dan Dinas Perikanan yang akan melakukan pengecekan ke Cilincing.

Dia juga menegaskan bahwa sebelum pembuangan sampah ke Cilincing, pencemaran air tersebut sudah terjadi. "Kita ini cuma dijadikan kambing hitam," tambahnya.

Pembuangan sampah di Cilincing tersebut masih menggunakan sistem open dumping dan belum dilakukan pengolahan. Menurut Muhayat, setelah teknologi di Bojong dan Duri Kosambi siap, sampah akan segera diolah.

Mawar Kusuma WKM - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

BPPT: UU Sampah Harus Segera Dibuat
Polda Metro Jaya Akan Amankan Bantargebang
DKI Tunggu Keputusan Bekasi Soal TPA Bantargebang
Sampah Cilincing Mulai Menggunung
DKI Tetap Akan Operasikan TPST Bojong

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data