Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Seorang Tuna Netra Kesulitan Naik Tangga Halte Busway
16 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sesaknya halte busway tidak menyurutkan semangat Bambang Suryono menerobos masuk bus. Keterbatasan fisik tidak menghalangi Bambang yang larut dalam antusiasme warga berebut naik bus jalur khusus yang Kamis lalu pengoperasiannya diresmikan Gubernur DKI Sutiyoso.

Pada hari kedua beroperasonyi Transjakarta, nama resmi transportasi busway, Jumat (16/1), pilihan waktu bagi Bambang antre di Terminal Blok M. Dari situ, warga Ciledug ini menikmati wisata gratisnya. Bambang yang ditemui Tempo News Room ketika turun di halte Jalan Gajah Mada merasakan asyiknya menumpang busway.

"Petugasnya banyak membantu. Mereka langsung menyediakan tempat duduk untuk saya," ujar Bambang sambil berjalan menuju jembatan penyebrangan. Di tengah langkahnya yang tertatih-tatih, Bambang berguman naik busway cukup nyaman.

"Saya memang gak bisa melihat busnya, tapi saya bisa merasakan kenyamanannya," kata pria setengah baya yang tuna netra itu. Para petugas, Bambang melanjutkan, sangat membantu dan tanggap pada orang cacat.

Bambang yang siang itu hendak ke kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak begitu menyoalkan kekurangan selama naik busway. "Saya cuma agak kesulitan pada tangga menuju haltenya," tutur Bambang.

Bagian kepala Bambang sempat membentur palang besi di koridor halte. Walau mata tongkat sudah ia gerak-gerakkan, namun palang besi itu tetap mengenai kepalanya. Tidak hanya itu, Bambang juga terpeleset saat menuruni tangga halte yang licin. "Mungkin jembatan menuju halte bentuknya landai," Bambang bertanya.

Keluhan Bambang setidaknya dapat dijadikan masukan bagi Pemda DKI untuk lebih memperhatikan kepentingan para penyandang cacat seperti Bambang. Di tengah keterbatasan fisik para penyandang cacat pun tentu ingin menikmati nyamannya perjalanan di kota Jakarta.

Siti Masriah-Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Antrian Penumpang Busway Hingga 300 Meter
Orang Cacat Keluhkan Fasilitas Busway
Jalan Thamrin sampai Kota Macet Total
Warga Antusias Melihat Uji Coba Busway
Warga Mengantre Busway

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data