|
Metro
Sebagian Penyewa Areal PRJ Merasa Diteror
15 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebelum pelaksanaan eksekusi pengosongan, sebagian tenant (penyewa) areal PRJ Kemayoran menerima teror. Manajer In House Legal PT Jakarta International Trade Fair (JITF), Diah Pertiwi Gandhi mengatakan hal itu pada Tempo News Room di tengah kesibukan mengosongkan ruang-ruang kantor JITF.
"Tanya saja pada para tenant, mereka hampir setiap hari menerima teror untuk segera mengosongkan tempat," ujar Diah. Menurut Diah, pihak PT JITF merespon keluhan adanya teror itu dengan meminta pihak kepolisian untuk menjamin keselamatan diri maupun barang-barang milik penyewa.
Karena itu Diah mengaku kecewa atas rusaknya beberapa area persewaan yang terletak di area Pasar Gambir Kemayoran. "Mbak lihat sendiri kan, tadi mereka membuka paksa tanpa berbicara dengan kita dulu," ujar Diah dengan mimik muka kesal.
Pengakuan senada diungkapkan staf legal JITF, Eko Setijo Prabowo. "Teror itu memang cenderung ditujukan pada para tenant," katanya. Mengantisipasi adanya pengosongan paksa, PT JITF telah memberitahu jauh-jauh hari. "Mereka sempat bingung dengan adanya masalah ini," ujarnya. Namun, lanjut Eko, setelah beberapa kali mengadakan pertemuan akhirnya para tenant memahami permasalahan yang terjadi antara PT JITF dan PT Jakarta International Expo (PT JIE).
Mengenai masalah teror, seorang penyewa lain membantah informasi tersebut. "Biasa-biasa aja. Saya sendiri tidak mengalami teror-teror yang Mbak maksud," ujar Alin, karyawan PT Nusuma yang menyewa ruang di Gedung Utama PRJ Kemayoran itu.
Karyawan Bank BNI, yang juga menyewa tempat di sana, mengatakan bahwa meski ada eksekusi, bank akan tetap beroperasi seperti biasa. "Kami tetap buka, Mbak," kata Sri Harjanti. Sri mengatakan, dirinya tidak tahu apakah pihak bank telah mengadakan pembicaraan dengan PT JIE selaku pemilik areal PRJ yang baru.
Siti Masriyah ? Tempo News Room
|