|
Metro
Warga Antusias Melihat Uji Coba Busway
15 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ratusan warga Jakarta terlihat antusias melihat uji coba busway, Kamis (15/1). Berdasarkan pantauan Tempo News Room, beberapa halte yang berada di stasiun Kota tampak penuh. Begitu juga di halte di depan Sarinah, Tosari, Dukuh Atas sampai dengan Blok M.
Di terminal Blok M sendiri, warga sudah memadati jalur khusus busway. Sebagian warga berasal dari daerah yang wilayahnya tidak dilewati busway. Seperti penuturan Esti, 30 tahun, warga Ciganjur, Pasar Minggu, ia bersama dengan kakak iparnya juga ibunya ingin merasakan naik busway. Sambil menggendong anaknya yang berusia 12 bulan, Esti mengatakan, ia penasaran ingin mencoba nyamannya naik busway, seperti yang diiklankan.
Ia sendiri tidak merasa keberatan walaupun di dalam bus dia harus berdiri sambil menggendong anaknya. "Kalau enggak penuh, mungkin nyaman, tapi tadi berdesak-desakan jadi ACnya nggak berasa," katanya.
Lain lagi penuturan Rita, 30 tahun, ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan. Menurutnya, ia khusus datang ke Blok M untuk merasakan enaknya naik busway. "Saya pingin jadi yang pertama merasakan naik busway," katanya.
Rita naik busway bersama dengan ibu dan dua anaknya. Bahkan ibunya juga diajak merasakan nikmatnya naik busway. Di dalam mobil Rita juga tidak mendapat tempat duduk, bahkan gelang-gelang yang menjadi pegangan putus. "Saya kaget dan hampir jatuh. Anak saya sampai nangis," katanya.
Pengalaman serupa juga dialami Sunaryo, 50 tahun, warga Kebon Jeruk. Dirinya naik busway dari depan halte Rumah Sakit Jakarta menuju ke Kota. "Saya memang mau ke Kota, jadi sekalian aja naik busway," katanya. Menurut dia, pengaturan penumpang keluar dan masuk masih acak-acakan. "(Penumpang)Naik ama turun sama aja. Pengaturannya masih belum bener," ujarnya.
Di dalam mobil, Sunaryo juga tidak mendapatkan tempat duduk dan terpaksa berdiri. Dia bercerita saking penuhnya penumpang bus di dalam berasa sesak. "Malahan besi pegangannya patah, akibat kelebihan beban," ujarnya.
Sunaryo, Esti maupun Rita mengaku ingin merasakan naik busway lagi, meskipun harus bayar. Mereka tidak keberatan kalau harus membeli tiket dulu.
Dewi Retno - Tempo News Room
|