|
Bogor
Sekolah Diliburkan Saat Pemilihan Wali Kota Bogor
14 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Bogor:Hari ini (14/1) sedikitnya sepuluh sekolah di sekitar lokasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bogor periode 2004-2009 diliburkan.
Sekolah tersebut berada di kawasan ring III. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan jika terjadi keributan setelah pemilihan berlangsung.
Penjagaan ketat terlihat di sekitar gedung DPRD Kota Bogor dan beberapa jalan yang melintasi gedung tersebut. Saking ketatnya penjagaan, orang yang berjalan kaki pun tidak diperkenankan melintas di Jalan Kapten Muslihat, depan gedung DPRD Kota Bogor.
Sekolah yang diliburkan, yakni SMUN I Bogor, SMU Budi Mulya, SD-SMP-SMU Regina Pacis, TK dan SD Pengadilan I, II, dan III, TK Sandi Putra Telkom, TK dan SD Polisi, SMPN I Bogor dan SMPN II Bogor. Sekolah tersebut ada di kawasan ring II dan ring III.
Selain sekolah yang diliburkan, ada dua bank yang diminta untuk mengurangi aktivitasnya karena berada di samping gedung DPRD Kota Bogor, yakni Bank Permata dan Bank Mandiri.
Sementara itu suasana di gedung DPRD Kota Bogor sedang memanas karena dua pasangan calon Helmi Sutikno dan Uhar serta pasangan Diani Budiarto dan Muhammad Sahid masing-masing mendapatkan 21 suara. Sisanya tiga suara memilih pasangan TB Soemanjaya dan Sukmana Soma.
Karena dua pasangan mendapat skor suara yang sama, pemilihan wali kota Bogor dilakukan untuk kedua kalinya atau diulang. Jika pemilihan kedua mereka mendapatkan suara yang sama juga dan tiga suara abstain maka pemilihan wali kota Bogor ad hoc.
Sejak acara pemilihan wali kota dan wakil wali kota berlangsung, situasi masih aman, meskipun dua massa pendukung sudah siap untuk menyambut kemenangan calonnya. Diperkirakan jika calon yang didukungnya kalah, kemungkinan bentrokan bisa terjadi.
Deffan Purnama - Tempo News Room
|