Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Sampah Cilincing Mulai Menggunung
12 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Belum genap dua minggu tumpukan sampah di pembuangan sampah Cilincing, Jakarta Utara, terlihat mulai menggunung. Jumlah pemulung kian bertambah banyak. Warga sekitar pun semakin waswas oleh kemungkinan dampak buruk yang ditimbulkan kotoran itu.

Tempat sampah yang berlokasi di Nagrek, Cilincing, seberang Kali Rawa Malang, itu perbatasan dengan Kecamatan Cilincing dan Kelurahan Semper Timur. Saat ini, tumpukan sampah sudah memenuhi sekitar lahan sekitar setengah hektare. Tinggi tumpukan telah mencapai sekitar 10 meter.

Senin (12/1), tanah di sekitar lokasi terlihat becek karena diguyur hujan semalam. Kondisi ini tidak membuat ribuan pemulung berhenti mengais sampah. Plastik bekas warna hitam dan karung mereka tumpuk secara terpisah. Begitu juga dengan botol beling maupun plastik, kardus, serta kayu.

Gerobak sampah hilir mudik melintasi tenda dan gubuk yang belum lama dibangun di pinggir Kali Rawa Malang yang menjadi tempah berteduh mereka. Tak ketinggalan warung nasi dan kopi menjamur di sekitarnya. Penjual es dan makanan keliling, ambil bagian mengais rezeki.

Sementara itu, keresahan penduduk di sekitar lokasi sampah, mulai disuarakan.
Muhammad Suhendi, warga Jalan Reformasi, Cilincing, Muara Karang, misalnya,
mengaku terganggu oleh bau busuk sampah yang kian menyengat.

Walau jarak rumahnya sekitar 1,5 kilometer, polusi sampah Cilincing menembus permukimannya. "Baru 12 hari saja baunya sudah sangat menyengat. Bagaimana kalau sampai berbulan-bulan,” keluh dia.

Suhendi mengatakan, sekitar 50 keluarga yang tinggal di Muara Karang tak bisa mengelak kehadiran sampah. Upaya yang dilakukan adalah, bernegosiasi dengan Dinas Kebersihan DKI menuntut dilibatkan dalam pengelolaan sampah. "Di sini, banyak warga yang menganggur. Kami minta diberdayakan," katanya.

Selain itu, dia juga meminta bantuan fasilitas kesehatan dan masker dari pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya penyakit. Hal yang sama juga dirasakan Lilis, warga Jalan reformasi. Wanita 50 tahun ini mengaku tidak berdaya menghadapi bau busuk sampah. "Saya dan anak-anak tidak bisa tidur karena bau sampah,” katanya.

Lilis berharap ada bantuan fasilitas kesehatan dan masker dari pemerintah untuk mereka. "Anak-anak sudah mulai flu dan batuk. Bantuan sarana kesehatan sangat kami butuhkan," katanya.

Putri Alfarini-Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

DKI Tetap Akan Operasikan TPST Bojong
Warga Segel TPST Bojong
Pemprov DKI: Pembuangan Sampah Cilincing Sangat Sementara
DKI Laporkan Pemerintah Kota Bekasi ke Polisi
DPRD DKI Dukung Penutupan TPA Bantargebang Selamanya

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data