Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Komnas HAM Tidak Bisa Tangani Warga Gusuran
12 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kondisi warga gusuran yang kini menginap di kantor Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) semakin memprihatinkan saja. Bahkan, mereka tidak tahu bagaimana nasib mereka selanjutnya. Komnas HAM yang jadi tumpuan harapan, sepertinya tidak mampu melakukan upaya berarti. Hingga akhirnya, Senin (12/1) siang, empat perwakilan warga gusuran yang telah bertahan selama lebih dari empat bulan di kantor Komnas HAM, itu kembali mendatangi anggota Komnas HAM untuk menanyakan nasib mereka.

"Komnas HAM tidak maksimal memperjuangkan nasib kami. Mungkin, karena secara fisik warga gusuran tidak menduduki kantor Komnas HAM, melainkan kantor Komnas perempuan. Sehingga Komnas HAM tenang-tenang saja dan tidak merasa terbebani," kata Yonhar, 34 tahun, salah seorang warga gusuran asal Tanjung Duren. Selain menipisnya bantuan Logistik, kata Yonhar, kondisi warga gusuran juga semakin memprihatinkan. Warga yang tidur di teras kantor Komnas perempuan dan beratapkan terpal, itu kini banyak yang menderita sakit, seperti ISPA dan batuk. Sekitar 30 anak-anak balita juga mengalami penurunan berat badan yang drastis.

"Terus terang, kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk menangani warga gusuran yang masih bertahan di Komnas HAM. Saya tidak tahu, sebenarnya ini menjadi tugas siapa. Karena, ini bukan tugas dan kewajiban Komnas HAM. Kita juga tidak punya anggaran untuk menyediakan perumahan untuk mereka," kata Solahuddin Wahid, Anggota Komnas HAM. Bukan itu saja. Solahuddin juga mengaku, Komnas HAM juga tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pemerintah DKI Jakarta untuk menangani para pengungsi itu. "Yang bisa kami lakukan hanya menghimbau, kewenangan memaksa tidak ada, katanya.

Menurut Yonhar, selain mendesak Komnas HAM, pada Rabu mendatang mereka berencana akan berunjuk-rasa ke Departemen Sosial untuk mempertanyakan bantuan yang dijanjikan kepada mereka.

Ramidi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Korban Penggusuran Tuntut Subsidi Rumah ke Menteri Permukiman
Warga Menilai Penggusuran 1983 Melanggar HAM
Wali Kota Jakarta Barat Belum Sikapi Putusan PTUN
Warga Tanah Merah Minta Ganti Rugi
Dana Perumahan Korban Penggusuran Disiapkan

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data