Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Polisi Gulung Komplotan Martil Hitam
09 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah kelompok kapak merah tidak kelihatan lagi batang hidungnya, kini muncul komplotan martil hitam yang melakukan aksi kejahatan di jalan raya Jakarta Barat. Modus yang mereka lakukan adalah mengetuk-ngetukan batu ke kaca mobil korban sambil mengayun-ayunkan martil berwarna hitam agar menyerahkan handphone. “Semua handphone kami ambil, jadi tidak ada pesanan khusus dari Endang,” ujar Ade Firmansyah alias Arif kepada Tempo News Room di kantor Polres Jakarta Barat, Jumat (9/12).

Menurut Ade, telepon genggam hasil kejahatan tersebut dijual kepada penadah bernama Endang di daerah Roxy, Jakarta Pusat. Harganya bervariasi mulai dari yang termurah sekitar Rp 300 ribu hingga yang termahal Rp 1,4 juta. “Yang mahal ini telepon kamera,” ujarnya.

Selama sebulan ini, Ade dan komplotannya mengaku merampas lima handphone di perempatan Latumenten dan wilayah Grogol. Polisi yang mendapat laporan aksi kejahatan ini, Kamis (8/1) malam lalu berhasil menangkap kelompok penjahat yang berjumlah sembilan orang. Dian Aji, salah satu diantara komplotan itu masih dalam pengejaran polisi.

Ade yang betisnya ditembak polisi mengaku sebelumnya dia membantu ibunya yang membuka warung makan di Daan Mogot. Keikutsertaannya dalam komplotan ini karena diajak pelaku lainnya, Marlen. Pelaku lainnya, Abdullah menjelaskan sebelumnya dia bekerja sebagai pengasong di sekitar Terminal Grogol. “Saya punya utang Rp 100 ribu ke agen saya,” ujarnya. (Yophiandi—TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Tahun 2003, Kejahatan di Jakarta Meningkat 3,8 Persen
Terlibat Perampokan, Anggota Kopassus Ditahan
Polisi Pelaku Tindak Pidana Dipecat
Pensiunan Dihipnotis, Rp 100 Juta Melayang
Mayat Lelaki Tak Dikenal Ditemukan di Ancol

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data