Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pemprov DKI: Pembuangan Sampah Cilincing Sangat Sementara
09 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa tempat pembuangan sampah di Cilincing sifatnya masih sangat sementara. "Penggunaan di sana tidak akan lama," ujar Kepala Biro Humas DKI Muhayat kepada Tempo News Room lewat sambungan telepon, Jumat (9/1).

"Mudah-mudahan sebelum empat bulan sampah sudah dapat dipindah ke tempat pembuangan sampah yang permanen," ujar Muhayat. Jika sudah ditemukan tempat pembuangan sampah yang tetap, menurutnya, sampah tersebut akan diolah dengan teknologi canggih.

Solusi teknologi yang dimaksud antara lain sistem balapress yang diadopsi dari Jerman serta pembuatan bio fertilizer yang ditiru dari Kanada. "Namun untuk sementara hal itu belum bisa dilakukan," tandas Muhayat.

Berkaitan dengan ancaman pencemaran di tempat pembuangan sampah Cilincing, Muhayat mengatakan Pemprov DKI akan segera membuat tanggul untuk mengatasi pencemaran lingkungan. "Ini untuk membatasi cairan yang berceceran," ujarnya.

Namun Muhayat belum bisa memastikan kapan tanggul-tanggul itu akan dibuat. "Pembuangan di Cilincing itu kan baru kemarin, jadi belum dipastikan kapan pembuatan tanggulnya," ujarnya.

Dia menambahkan, Pemprov DKI juga akan berusaha menyediakan obat-obatan untuk penyemprotan sampah sehingga diharapkan tidak menimbulkan pencemaran maupun penyebaran penyakit. Dia juga menegaskan Pemprov DKI akan menindak petugas lapangan jika berbuat nakal, membuang air sampah ke sungai. Ia mengatkan sanksi terhadap tindakan tersebut sudah tercantum dalam Perda.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi Pembangunan DPRD DKI, Ali Imran, mengungkapkan bahwa pengolahan sampah oleh pihak DKI selama ini tidak menggunakan teknologi tinggi dan cenderung menimbulkan masalah.

Dia mencontohkan pembuangan sampah di Cilincing dan Duri Kosambi yang menimbulkan pencemaran lingkungan karena disatukan dengan instalasi pengolahan limbah (Ipal) dan dibuang ke sungai. "Ini merugikan rakyat," ujarnya.

Mawar Kusuma - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

DKI Laporkan Pemerintah Kota Bekasi ke Polisi
DPRD DKI Dukung Penutupan TPA Bantargebang Selamanya
Sutiyoso Ultimatum Pemkot Bekasi
Sutiyoso Peringatkan Pemkot Bekasi
Pemulung Bantargebang Pindah ke Cilincing

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data