|
Metro
Terminal Ikan Hias Rancamaya Diresmikan
07 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki potensi ekspor ikan hias besar di pasar internasional. Peringkat Indonesia di bawah Singapura yang menguasai pasar Eropa.
Ironisnya, hampir seluruh ikan hias yang dipasarkan berasal dari Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M. Sumarno Soewandi, ketika meresmikan Terminal Agribisnis Ikan Hias Rancamaya, Kota Bogor, Rabu (7/1).
”Berdasarkan Organization Fishery International (OFI), Singapura tercatat sebagai negara yang menguasai ekspor pasar ikan hias di pasar Eropa. Ini sangat ironis karena ikan hias yang diperdagangkan oleh Singapura ternyata sebagian besar berasal dari Indonesia,” ungkap Rini Soewandi.
Pasar yang dikuasai Singapura, Rini melanjutkan, mencapai 25 persen, sedangkan negara lain termasuk Indonesia hanya 10 persen. Meski begitu, peluang pasar ikan hias untuk ekspor masih terbuka lebar. Dengan diresmikannya Terminal Agribisnis Ikan Hias ini, Rini mengharapkan, peluang ekspor itu bisa diraih.
Rini menuturkan, Pemerintah Propinsi Jawa Barat termasuk yang berhasil meningkatkan bisnis ikan hias untuk di ekspor ke Singapura. Untuk itu sangat wajar jika terminal ikan hias dibangun di wilayah Jawa Barat. Tempat ini nantinya akan dijadikan pusat perdagangan ikan hias untuk kepentingan lokal dan ekspor.
Rini juga mengatakan, pada 2002 ekspor ikan hias Indonesia telah mencapai US$ 20 juta dengan tujuan lebih dari 52 negara, di antaranya Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Berdasarkan data dari Stasiun Karantina Bandara Soekarno Hatta, Bali, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Lampung, jumlah ikan hias yang diekspor tercatat sebesar 120 juta ekor.
”Jika diasumsikan harga satu ekor ikan satu dolar Amerika Serikat, berarti nilai ekspor ikan hias di tahun 2003 mencapai US$ 120 juta” papar ungkap Rini. Terminal ikan hias dibangun di atas tanah 9 hektare, terdapat 1.500 akuarium. Bagian gedung ini memiliki ruang karantina kedatangan dan keberangkatan, ruang galeri, pusat bisnis, kantor, laboratorium, , dapur, tandon air (grountank) serta sebuah gudang. Lokasinya cukup jauh sekitar 5 kilometer dari pusat kota Bogor.
Deffan Purnama-Tempo News Room
|