|
Metro
Kodam Back-up Polri dalam Pengamanan Pemilu
07 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamanan Pemilu 2004 sepenuhnya ditangani oleh kepolisian RI, dalam hal ini Polda. "Kodam hanya bersifat memback-up tugas pengamanan yang dilakukan Polri," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo di Makodam Jaya, Rabu (07/01) siang.
Agustadi, seusai acara serah terima jabatan Pangdam Jaya, mengatakan bahwa Kodam baru akan menurunkan pasukan bila ada permintaan dari Polda Metro Jaya. "Kita menunggu permintaan bantuan saja kalau memang dibutuhkan," kata Mantan Pangdam XVI/Pattimura ini.
Meskipun demikian, lanjut Agustadi, Kodam Jaya telah menyiapkan pasukan untuk mengamankan Pemilu di Jakarta. "Kita menggunakan sistem jemput bola," kata Agustadi. Artinya, walau belum diminta Kodam telah melatih dan mempersiapkan pasukan.
"Bahkan kami telah mengetahui titik-titik rawan Pemilu," lanjut Agustadi tanpa bersedia menjelaskan dimana titik-titik rawan tersebut. Yang jelas, katanya, jika ada situasi darurat misalnya terjadi kerusuhan Kodam Jaya akan melakukan Koordinasi dengan Polda Metro Jaya. "Kami sudah menyiapkan antisipasi untuk situasi-situasi darurat," tandasnya.
Mengenai jumlah kekuatan yang disiapkan oleh Kodam, Agustadi belum bisa mengatakan berapa besar kekuatannya. "Yang jelas sebanyak mungkin pasukan, tiap-tiap satuan pasukan telah menyiapkan kekuatan tergantung tingkat siaga," jelas Agustadi.
Tingkat siaga ini, menentukan kekuatan pasukan yang akan diturunkan. Misalnya, jelas Agustadi, bila keadaan dalam status siaga I kekuatan yang akan diturunkan adalah satu pleton. "Kalau siaga merah yang akan turun misalnya satu batalyon," katanya.
Sedangkan mengenai peralatan yang akan digunakan untuk mengamankan Pemilu, menurut Agustadi, Kodam akan menggunakan peralatan yang telah ada. "Peralatan ini, akan kami gunakan semaksimal mungkin, karena anggaran negara sangat terbatas," katanya.
Siti Masriah - Tempo News Room
|