|
Metro
KRL Anjlok di Stasiun Bogor
06 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Bogor: Kereta Rangkaian Listrik (KRL) Nomor 488 Jakarta-Bogor yang mengangkut ratusan penumpang anjlok di rel 4 saat memasuki Stasiun Bogor, Selasa (6/1), pukul 12.55 WIB. Hingga Selasa petang, tim teknis Stasiun Bogor masih berupaya mengembalikan roda kereta pada jalurnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kecelakaan ini sempat membuat panik ratusan penumpangnya yang nekat melompat ketika kereta masih berjalan. Tercatat hanya seorang penumpang yang terkilir kakinya saat melompat.
Menurut keterangan saksi mata ketika gerbong kelima anjlok, ratusan penumpang berlompatan keluar gerbong, sehingga banyak sekali yang terjatuh. Jeritan panik membuat penumpang lain ketakutan sehingga mereka berebut berlompatan keluar gerbong. "Waktu kereta anjlok dan berhenti mendadak ada yang teriak kebakaran, saya kaget dan ikut melompat,? tutur Lala, 20 tahun, warga Kota Depok yang akan berkunjung ke rumah pamannya di Bogor.
Sial bagi Ny Eti, 53 tahun, warga Jalan Rawa I RT 6/12, Tanah Baru, Kota Depok. Ketika ia melompat, kaki kanannya terkilir sehingga lututnya membentur batu besar. Penumpang lain yang berhasil melompat berusaha menjauhi rangkaian kereta karena khawatir gerbongnya jatuh.
Mengetahui ada kereta yang anjlok petugas Stasiun Bogor langsung berlari menuju kereta yang anjlok dan berupaya menenangkan penumpang.
Menurut Kepala Pengawas Wilayah Divisi Jabotabek, Djuari, kereta yang anjlok adalah gerbong kelima nomor KL-3 - 78120, sedangkan 4 gerbong didepannya tetap pada jalurnya, 3 gerbong dibelakangnya juga masih tetap pada jalur. "Penyebab anjloknya gerbong kelima masih dalam penyelidikan, karena gerbong lain tidak anjlok," jelas Djuari.
Akibat anjloknya KRL yang dikemudikan masinis Samsudin, akhirnya hanya satu rel yang digunakan, yakni rel 1. Hal ini membuat terganggunya perjalanan kereta api terganggu dan menyebabkan ribuan penumpang tertunda keberangkatannya.
Deffan Purnama - Tempo News Room
|